Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah daerah menertibkan spanduk-spanduk iklan dengan ukuran besar di sepanjang jalan beberapa waktu lalu. Anggota DPRD Binjai Ronggur Raja Doli Simorangkir meminta Wali Kota Binjai Amir Hamzah mengeksekusi pesan Prabowo itu.
"Kita minta Wali Kota Binjai teruskan pesan Presiden Prabowo Subianto untuk menertibkan spanduk, baliho," kataya, Jumat (6/2/2026).
Ronggur menyebutkan banyak baliho yang keberadaannya merusak estetika kota. Belum lagi soal baliho yang ilegal sehingga terjadi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita melihat banyak baliho yang merusak estetika Kota Binjai. Bahkan ada juga yang ilegal sehingga PAD kita hilang itu," ujarnya.
Sehingga Wakil Ketua Gerindra Sumut ini mendesak Amir Hamzah segera untuk menertibkan baliho itu. Apalagi sudah disampaikan oleh Prabowo.
"Wali kota harus tegas untuk, jangan biarkan estetika Binjai rusak maupun PAD bocor dari sektor itu, apalagi sudah diberikan pesan oleh Presiden Prabowo Subianto," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah daerah menertibkan spanduk-spanduk iklan dengan ukuran besar di sepanjang jalan. Hal ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Gerakan itu dikenalkan Prabowo dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2). Prabowo mengatakan spanduk iklan berukuran besar hampir selalu dilihatnya di daerah-daerah.
"Terus terang saja saya minta kepada pemerintah tolong tertibkan iklan-iklan, spanduk-spanduk, terlalu banyak," kata Prabowo.
"Kalau saya ke Balikpapan dan saya ke Banjarmasin hampir nggak berbeda. Spanduk-spanduk, spanduk-spanduk, kalau saya naik ke Hambalang, spanduk, spanduk, spanduk," lanjutnya.
Prabowo mencontohkan spanduk iklan ayam goreng. Ia heran kenapa spanduk itu harus dipasang dengan ukuran besar. Menurut dia, wisatawan tak ingin melihat spanduk saat berkunjung ke suatu daerah.
"Ayam goreng pesen satu dapat 1 free. Kenapa harus besar-besar sih? Turis datang nggak mau lihat spanduk," ujarnya.
Ia menyinggung Kota Bogor yang juga terlihat banyak spanduk. Prabowo lantas bercerita bahwa dia yang lebih senang tinggal di Bogor.
"Bogor itu dulu kota paling indah, kota paling indah. Bung Karno lebih senang di Bogor daripada Jakarta. Dari dulu aku pengin tinggal di Bogor. akhirnya jadi presiden ya tinggal di Bogor," ujarnya.
Simak Video "Video Pramono Larang Atribut Parpol di Flyover-Jalan Utama: Berlaku Semua Partai"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































