Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Aceh berkurang 1.364 orang pada September 2025. Warga miskin di perkotaan mengalami penurunan namun di pedesaan jumlahnya meningkat.
Berdasarkan data BPS Aceh, Kamis (5/2/2026), persentase penduduk miskin di Aceh pada September 2025 turun 0,11 persen dibandingkan Maret 2025. Pada September, warga miskin berjumlah 703,33 ribu orang atau berkurang dibandingkan enam bulan sebelumnya 704,69 ribu orang.
"Persentase penduduk miskin di Aceh mengalami penurunan dari 12,33 persen pada Maret 2025 menjadi 12,22 persen pada September 2025," kata Kepala BPS Aceh Agus Andria dalam konferensi pers di Kantor BPS Aceh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, di daerah perkotaan persentase penduduk miskin mengalami penurunan dari 8,54 persen menjadi 8,15 persen atau berkurang 0,39 poin. Sedangkan di perdesaan, persentase penduduk miskin mengalami kenaikan dari 14,44 persen menjadi 14,51 persen atau 0,07 poin.
Berdasarkan jumlah, penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami penurunan sekitar 5,4 ribu orang sehingga jumlahnya menjadi 168,77 ribu orang pada September 2025. Sedangkan jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan mengalami kenaikan sekitar 4 ribu orang sehingga jumlahnya menjadi 534,56 ribu orang pada September 2025.
Secara persentase, jumlah penduduk miskin di Aceh menunjukkan tren penurunan sejak September 2022 lalu. Menurutnya, besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan (GK), karena penduduk miskin merupakan penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.
Garis Kemiskinan pada September 2025 mengalami perubahan sebesar 5,75 persen jika dibandingkan dengan Maret 2025 yaitu dari Rp. 676.247 per kapita per bulan menjadi Rp.715.103 per kapita per bulan. Untuk daerah perkotaan, garis kemiskinan mengalami perubahan sebesar 5,54 persen dari Rp. 716.522 per kapita per bulan pada Maret 2025 menjadi Rp.756.201 per kapita per bulan pada September 2025.
Sedangkan, daerah perdesaan mengalami perubahan sebesar 5,74 persen yaitu dari Rp. 655.435 per kapita per bulan pada September 2025 menjadi Rp. 693.085 per kapita per bulan pada September 2025. Agus menjelaskan, ada sejumlah komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan.
"Di perkotaan relatif sama dengan di perdesaan, diantaranya adalah beras, rokok kretek filter, ikan tongkol/tuna/cakalang dan cabe merah. Sedangkan untuk komoditi bukan makanan yang berpengaruh terhadap nilai garis kemiskinan adalah biaya perumahan, bensin, listrik dan pendidikan," jelas Agus.
(agse/dhm)











































