Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Peringatan tersebut berlaku mulai 3 hingga 7 Februari 2026.
Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Rizky F. Widowati, menjelaskan potensi banjir rob ini dipicu oleh fenomena fase perigee yang terjadi pada 30 Januari 2026 serta fase bulan purnama pada 2 Februari 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut di wilayah perairan Kepulauan Riau.
"Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, masyarakat pesisir pantai dihimbau untuk waspada terhadap potensi banjir pesisir atau rob," kata Rizky dalam keteranganya, Rabu (4/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah kawasan pesisir yang berpotensi terdampak berada di Kota Batam, Kabupaten Lingga, Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan, hingga Kota Tanjungpinang, terutama di wilayah pesisir yang berdekatan dengan pelabuhan, pemukiman, serta area aktivitas ekonomi masyarakat.
"Potensi banjir pesisir ini dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di kawasan pemukiman pesisir, serta kegiatan tambak garam dan perikanan darat," ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG, serta mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan risiko dan dampak yang dapat ditimbulkan oleh banjir pesisir tersebut.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG guna memperoleh pembaruan informasi terkait kondisi pasang surut air laut di wilayah Kepulauan Riau," ujarnya.
(dhm/dhm)
