Pelaksanaan Musda XI Golkar Sumut memanas bahkan ada tembakan petasan dan massa membawa kayu di jalan depan lokasi, Hotel JW Marriott Medan. Panita Musda XI Golkar Sumut meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas peristiwa itu.
Penanggungjawab Musda XI Golkar Sumut Rolel Harahap menjelaskan jika tahapan Musda berjalan dengan kondusif di dalam forum. Terkait peristiwa kericuhan di luar area Musda, Rolel mengaku tidak mengetahui siapa pihak-pihak yang terlibat.
"Perjalan Musda itu clear semua, adapun kondisi yang di luar arena Musda kita tidak tahu itu siapa, mengapa, dan urusannya apa nggak ada urusannya dengan Musda ini," kata Rolel Harahap saat konfrensi pers di Kantor DPD Golkar Sumut, Selasa (3/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rolel mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah mengamankan area Musda. Fraksi Golkar DPRD Sumut pun diminta untuk menindaklanjuti proses pengungkapan pelaku.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut Aswin Parinduri mengatakan jika peristiwa di luar area Musda merupakan sebagian kecil. Suasana di area Musda sendiri berjalan aman dan kondusif.
"Tentang hal yang banyak kita lihat di medsos, itu namanya bahwa kita semua memegang android, agak terlalu dibesar-besarkan, padahal itu cuma sebagian kecil dan tidak ada di ruangan Musda, perjalanan Musda itu aman dan kondusif serta riang gembira yang ada di dalam," kata Aswin Parinduri.
Aswin menyebutkan jika pihak panitia sudah mendapat surat tanda terima pemberitahuan (STTP) dari pihak kepolisian untuk pelaksanaan Musda Golkar. Sehingga mereka meminta agar polisi mengusut tuntas soal peristiwa kericuhan itu.
"Kalau masalah ada yang ribut di luar, apa yang disampaikan pelaksana tadi bahwa kami dari pelaksana sudah menyampaikan STTP kepada pihak kepolisian dan kami berharap dari Fraksi Golkar Sumatera Utara supaya itu diusut tuntas sampai ke akar-akarnya," sebutnya.
Ketua Golkar Mandailing Natal (Madina) ini juga menilai pengusutan itu penting agar Sumut kondusif. Kericuhan seperti itu dinilai juga merupaka pola-pola lama.
"Kita ingin Sumatera Utara ini kondusif, jangan-janganlah kita bermain dengan pola-pola lapuk bahasanya, kami melihat itu pola-pola yang lama," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Musda XI Golkar Sumut memanas bahkan ada tembakan petasan dan massa membawa kayu di jalan depan lokasi, Hotel JW Marriott Medan. Panitia pun menjelaskan awal mula peristiwa itu dan situasi kini disebut sudah kondusif.
Dalam sejumlah video yang dilihat, Minggu (1/2), terdapat dua kelompok yang saling menembak petasan di Jalan Putri Hijau tepatnya di depan Hotel JW Marriott Medan. Mereka terlihat memakai baju kuning dengan logo Golkar.
Mereka terlihat juga memegang kayu di lokasi itu. Aksi kejar-kejaran sempat terjadi.
Sementara di areal lobi forum Musda Golkar Sumut juga terjadi keributan antar kelompok. Keributan disebut berawal dari forum Musda Golkar Sumut kemudian merembet ke lobi hingga ke jalan.
Sekretaris Steering Committee Musda XI Golkar Sumut Muhammad Asril mengatakan jika awalnya pimpinan sidang sementara meminta agar yang peserta dan peninjau menyesuaikan diri di forum. Sebab, ada yang bukan peserta maupun peninjau di dalam.
"Di dalam forum itu nggak ribut, jadi kan kalau tahapan-tahapan sidang paripurna unsur-unsur yang di luar peserta dan peninjau kita minta menyesuaikan diri dan kebetulan tadi di dalam itu ada yang bukan peserta dan peninjau kita minta menyesuaikan diri," kata Muhammad Asril saat diwawancarai.
Asril menilai jika peristiwa itu merupakan dinamika biasa di Golkar. Ia juga mengapresiasi antusias masyarakat dalam Musda ini.
"Saya pikir dinamika di Partai Golkar sangat luar biasa, kami memberikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut mengawal dan memantau jalannya musyawarah daerah XI Partai Golkar Sumut," ujarnya.
Keterangan foto: Panitia Musda XI Golkar Sumut saat konferensi pers (Nizar Aldi/detikSumut)
Simak Video "Video Bahlil Sapa Pramono di Musda Golkar: Senior dan Guru Saya"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































