Penutup Drainase di Jalan Letjen Suprapto Hilang, Warga: Dicuri Rayap Besi

Penutup Drainase di Jalan Letjen Suprapto Hilang, Warga: Dicuri Rayap Besi

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Senin, 02 Feb 2026 19:40 WIB
Lubang drainase menganga di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun. (Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Foto: Lubang drainase menganga di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun. (Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Medan -

Sejumlah besi penutup lubang drainase yang berada di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, hilang. Warga sekitar, Aswan mengatakan, penutup tersebut dicuri oleh orang tak bertanggung jawab.

"Itu dicuri rayap besi, karena seingat saya satu bulan yang lalu masih ada besinya. Sekarang sudah hilang semua," ujar Aswan saat diwawancarai, Senin (2/2/2026).

Menurut Aswan, hilangnya besi-besi penutup drainase ini dapat membahayakan pengendara. Terlebih saat jalan tergenang air ketika hujan lebat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasti membahayakan pengendara, apalagi kalau jalannya terendam, enggak kelihatan lubangnya," tambahnya.

Aswan mengatakan, lubang-lubang ini terdapat di sepanjang Jalan Letjen Suprapto hingga ke Jalan Mangkubumi. Selain lubang-lubang drainase, kata Aswan, banyak lubang yang sengaja digali di beberapa titik.

ADVERTISEMENT

"Kalau di sepanjang Letjen Suprapto ini ada lubang-lubang drainase begini, tapi di Jalan Sudirman juga banyak lubang yang digali enggak tahu untuk apa," katanya.

Ia berharap Pemerintah Kota Medan dapat memperhatikan kondisi lubang yang menganga dan memberikan pengaman agar tidak membahayakan pengendara.

"Ya kalau begini memang enggak tahu mau menyalahkan siapa, karena ini oknum. Tapi harapannya ini bisa segera ditutup lubangnya," pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan mengaku akan mengecek soal sejumlah penutup lubang drainase yang hilang di Jalan Letjen Suprapto tersebut.

"Baik akan segera kita cek," ucapnya.

Sedangka terkait penggalian lubang, Gibson mengatakan hal tersebut merupakan proyek relokasi kabel udara menjadi kabel tanam yang masih dilanjutkan di tahun 2026.




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads