Wanita Ini Kena Stroke Karena Keseringan Kretek Leher

Wanita Ini Kena Stroke Karena Keseringan Kretek Leher

Averus Kautsar - detikSumut
Selasa, 03 Feb 2026 05:00 WIB
Wanita Ini Kena Stroke Karena Keseringan Kretek Leher
Foto: Getty Images/iStockphoto/designer491
Medan -

Seorang wanita asal Colorado, Amerika Serikat, bernama KayLynne Felthager mengalami stroke setelah terbiasa memutar atau 'kretek' lehernya sendiri. Kebiasaan tersebut kerap ia lakukan untuk meredakan rasa tegang, terutama usai menjalani aktivitas kerja seharian.

Namun, suatu waktu, sensasi yang dirasakan berbeda dari biasanya. Setelah membunyikan leher, Kay justru merasakan nyeri tajam yang tidak normal. Rasa sakit itu pun tidak kunjung mereda selama beberapa hari.

Untuk mengatasinya, ia sempat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas. Akan tetapi, lima hari berselang, kondisi tubuhnya justru semakin memburuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat sedang duduk di dapur sambil merias wajah sebelum bepergian, Kay tiba-tiba melihat kilatan cahaya terang di depan matanya. Tak lama kemudian, penglihatannya perlahan menghilang. Ia mencoba berkedip berulang kali, namun hal itu tidak memperbaiki keadaan.

Sekitar 15 menit kemudian, penglihatannya kembali normal. Saat itu, Kay mengira kejadian tersebut hanyalah gangguan sementara.

ADVERTISEMENT

"Ada cahaya menyilaukan masuk ke mata kanan saya, lalu penglihatan saya hilang. Saya hanya bisa melihat cahaya terang itu, tapi tidak bisa melihat apa pun di sisi kanan," cerita Kay dilansir detikHealth dari Oddity Central, Senin (2/2/2026).

Tak lama berselang, seluruh bagian kanan tubuh Kay mulai mengalami kesemutan dan mati rasa. Ia baru menyadari kondisi serius sedang terjadi ketika mulai kesulitan berbicara dengan jelas.

Melihat situasi tersebut, suaminya segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Setibanya di rumah sakit, tim dokter melakukan pemeriksaan CT scan dan memastikan Kay mengalami stroke. Berdasarkan pengakuannya, dokter menyebut kebiasaan 'kretek' leher yang ia lakukan telah menyebabkan robekan pada pembuluh darah.

Robekan tersebut memicu terbentuknya gumpalan darah yang akhirnya berujung pada stroke. Beruntung, bekuan darah itu cepat terurai sehingga Kay tidak perlu menjalani tindakan operasi.

Kini, kondisi Kay telah pulih. Namun, pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya tentang hidup dan menyadarkannya bahwa kondisi tubuh bisa memburuk dalam waktu singkat. Ia pun menekankan bahwa leher merupakan bagian tubuh yang sangat sensitif sehingga perlu kehati-hatian dalam melakukan gerakan.

"Saya tidak ingin menakuti siapapun. Ini hanya sesuatu yang benar-benar terjadi pada saya," tandasnya.

Artikel ini telah terbit di detikHealth dengan judul: Keseringan Kretek Leher, Wanita Ini Berakhir Kena Stroke




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads