Pemilihan universitas dengan jurusan pendidikan terbaik menjadi pertimbangan penting bagi calon mahasiswa yang ingin menekuni dunia keguruan. Kualitas pengajaran, reputasi akademik, hingga jejaring internasional menjadi faktor penentu dalam menilai mutu sebuah kampus.
Times Higher Education World University Rankings (The WUR) 2026 merilis daftar universitas dengan jurusan pendidikan terbaik di Indonesia. Menariknya, kampus-kampus di Indonesia kini menunjukkan kinerja yang semakin bagus di bidang pendidikan.
Peringkat ini dapat menjadi referensi bagi siswa, orang tua, dan pendidik dalam menentukan pilihan kampus yang tepat. Yuk simak 15 universitas dengan jurusan pendidikan terbaik di Indonesia versi THE WUR 2026 yang bisa jadi referensi buat kamu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
15 Universitas Jurusan Pendidikan Terbaik 2026 di Indonesia
1. Universitas Negeri Yogyakarta, Peringkat Dunia :201-250
2. Universitas Negeri Malang, Peringkat Dunia :301-400
3. Universitas Negeri Padang, Peringkat Dunia : 301-400
4. Universitas Sebelas Maret, Peringkat Dunia: 301-400
5. Universitas Negeri Surabaya, Peringkat Dunia:401-500
6. Universitas Pendidikan Indonesia, Peringkat Dunia:401-500
7. Universitas Ahmad Dahlan, Peringkat Dunia: 601-800
8. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Peringkat Dunia: 601-800
9. Universitas Negeri Jakarta, Peringkat Dunia: 601-800
10. Unversitas Negeri Semarang, Peringkat Dunia: 601-800
11. Universitas Sriwijaya, Peringkat Dunia: 601-800
12. Universitas Syiah Kuala, Peringkat Dunia: 601-800
13. Universitas Brawijaya, Peringkat Dunia: 601-800
14. Universitas Jember, Peringkat Dunia: 801+
15. Universitas Muhammadiyah Malang, Peringkat Dunia: 801+
Itu dia daftar 15 universitas terbaik di Indonesia untuk jurusan pendidikan versi The WUR 2026. Ingat ya, peringkat memang penting sebagai referensi, tapi kenyamanan lokasi, biaya, serta ketersediaan program studi yang kamu incar juga harus jadi pertimbangan.
Apapun pilihan kamu nanti, yang terpenting adalah semangat kamu untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.
Artikel ditulis Dwi Puspa Handayani Berutu, peserta magang Kemnaker di detikcom
(astj/astj)











































