Keamanan siber menjadi isu penting dalam menjaga sistem pertahanan nasional seiring perkembangan teknologi dan informasi yang pesat. Kementerian Pertahanan pun menegaskan ketahanan siber merupakan pilar pertahanan negara di era digital.
Pada konteks kerangka pertahanan negara, siber termasuk ke dalam ancaman hibrida yang penanganannya membutuhkan kerja sama antarkementerian/lembaga. Adapun ancaman hibrida merupakan kombinasi antara ancaman militer dan non-militer karena teknologi siber hidup dan berkembang dalam dua ranah tersebut.
"Ketika kita menggunakan alat senjata kita yang saat ini dikendalikan dengan teknologi, itu tentunya akan sangat rawan terhadap ancaman," ucap Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemenhan Laksamana Muda TNI, Sri Yanto dikutip dari Antara, Selasa (27/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas mengatakan keamanan siber merupakan instrumen penting dalam menjaga harmonisasi ekosistem digital. Menurutnya, keamanan siber dapat dianalogikan sebagai penjaga keamanan.
"Contoh sederhananya kalau kita punya pabrik sepatu yang dalam satu bulan bisa memproduksi seratus pasang sepatu, kalau punya satpam satu kemudian tambah lagi menjadi dua, produksinya tidak meningkat. Jadi, dianggapnya untuk apa punya satpam? Padahal, kita lupa bahwa kalau tidak ada satpam maka kalau mesin produksinya dicuri, kita bahkan tidak bisa memproduksi sepatu sama sekali," paparnya dikutip Antara.
Sayangnya, berbagai sektor infrastruktur informasi vital, kecuali sektor keuangan atau perbankan, cenderung masih menganggap keamanan siber sebagai hal yang tidak fundamental karena hanya menghabiskan biaya. Ia pun mendorong agar keamanan siber diterapkan sejak penyusunan suatu sistem, baik aplikasi, perangkat keras, maupun perangkat lunak.
Jurus Pemerintah Perkuat Keamanan Siber
Untuk memperkuat keamanan siber, Pemerintah Indonesia turut memperkuat konektivitas digital melalui berbagai upaya. Sri Yanto menjelaskan pemerintah saat ini tengah membangun sistem pertahanan terpadu dengan keamanan siber internal dan eksternal, serta terintegrasi dengan sistem siber nasional.
"Ketahanan siber menjadi pilar penting dalam pertahanan negara di era digital. Ancaman siber yang semakin kompleks dan terorganisir menuntut adanya upaya serius dalam membangun sistem pertahanan yang kuat dan adaptif," paparnya.
Di sisi lain, upaya BSSN dalam menggencarkan konektivitas digital dilakukan melalui literasi digital ke berbagai pihak. BSSN juga menggandeng pemangku kepentingan terkait untuk membangun kesadaran kolektif.
"Kami berusaha supaya di setiap sektor, apalagi khususnya yang masuk dalam infrastruktur informasi vital, semua perusahaan mempunyai tim tanggap insiden siber itu sebagai investasi," tuturnya.
Peran Masyarakat Dorong Konektivitas Digital RI
Upaya pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan nasional melalui pengembangan konektivitas digital tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan peran aktif masyarakat. Untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung konektivitas digital, detikcom mengundang masyarakat untuk mengajukan tokoh individu, komunitas, dan lembaga inspiratif dalam acara 'Apresiasi Konektivitas Digital'.
Apresiasi Konektivitas Digital merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada segenap insan, meliputi individu, komunitas, atau lembaga yang berperan penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia.
Melalui penghargaan ini, detikcom akan menyoroti berbagai kisah inspiratif tentang dedikasi dan inovasi para tokoh dalam membuka akses teknologi hingga pelosok negeri. Selain sebagai bentuk apresiasi, 'Apresiasi Konektivitas Digital' juga memaparkan bukti upaya BAKTI Komdigi sebagai pelaksana program USO di Indonesia.
Cara Ajukan Nominasi Apresiasi Konektivitas Digital
Masyarakat bisa berpartisipasi dalam mendorong perluasan konektivitas digital dengan memberikan penghargaan kepada para tokoh yang telah berkontribusi mengerahkan pikiran dan tenaganya untuk memperluas jangkauan telekomunikasi di Tanah Air.
Caranya, cukup ajukan nama individu, komunitas, atau lembaga melalui detik.com/apresiasikonektivitasdigital. Anda dapat mengusulkan nama individu, komunitas, atau lembaga yang dinilai berkontribusi nyata dalam membuka akses teknologi dan informasi, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Form dapat diisi dengan data diri dan kategori nominasi yang sesuai untuk mendukung proses seleksi penerima penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital di laman ini. Adapun form dapat diisi mulai dari 15 November - 28 Februari 2026.
Melalui ajang ini, diharapkan bisa mendorong lebih banyak kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadirkan akses digital yang merata di seluruh Indonesia. Dengan konektivitas yang semakin merata, masyarakat di daerah 3T pun memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing di era digital. Dengan demikian, visi Indonesia Emas yang dicanangkan pemerintah juga dapat terwujud.
detikcom sebagai media masif akan menyorot berbagai kisah inspiratif tentang dedikasi dan inovasi dalam membuka akses teknologi hingga pelosok negeri melalui penghargaan 'Apresiasi Konektivitas Digital' yang merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada segenap insan yang berperan penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia.
(anl/ega)











































