Viral Oknum Kades Diduga Todongkan Senjata Api ke Warga di Paluta

Viral Oknum Kades Diduga Todongkan Senjata Api ke Warga di Paluta

Mhd Ilham Pradila - detikSumut
Senin, 26 Jan 2026 15:46 WIB
Viral Oknum Kades Diduga Todongkan Senjata Api ke Warga di Paluta
Foto: Viral pria diduga Kades di Paluta todongkan pistol ke warga. (screenshot video viral)
Padang Lawas Utara -

Viral di media sosial, seorang oknum kepala desa diduga menodongkan benda yang mirip senjata api kepada warga. Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Dolok Sigampulon, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara.

Dalam rekaman video amatir yang beredar, terlihat adanya cekcok antarwarga di Kecamatan Dolok Sigampulon. Tak lama kemudian, seorang pria yang disebut-sebut merupakan kepala desa datang sambil membawa benda yang mirip senjata api jenis pistol di tangannya.

Aksi tersebut direkam oleh salah seorang warga sekitar dan dibagikan ke media sosial hingga akhirnya viral.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), Iptu Bontor D. Sitorus, mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan pria yang viral di media sosial tersebut.

"Sudah kami amankan untuk sementara waktu," ujarnya kepada detikSumut saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (26/1/2026).

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (25/1/2026).

"Iya kalau tidak salah kemarin kejadiannya,"katanya.

Bontor juga membenarkan pria tersebut benar merupakan kepala desa di Kabupaten Padang Lawas Utara berinisial ADR.

"Iya, (kepala desa), inisial ADR, " tambahnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, belum ada laporan dari masyarakat kepada pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut. Oleh karena itu, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

"Belum ada laporan dari masyarakat, masih kami interogasi," katanya.

Pihak kepolisian mengaku telah mengetahui motif dari keributan tersebut. Namun, pihaknya masih mempersiapkan keterangan lengkap untuk disampaikan kepada publik.

"Nanti kronologi dan motifnya akan kami rilis secara lengkap. Mohon bersabar," tutupnya.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads