Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali erupsi hari ini. Letusan disertai semburan abu vulkanik yang setinggi 600 meter dari puncak.
Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi yang berbasis di Kota Bukittinggi, Ahmad Rifandi mengatakan, letusan terjadi pukul 11.11 WIB dengan durasi sekitar 34 detik.
"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada tanggal 26 Januari 2026 pukul 11:11 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak," kata Ahmad Rifandi dalam keterangan tertulis yang diterima detikSumut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, lontaran abu vulkanik yang terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan durasi 34 detik," jelasnya.
Marapi saat ini sudah berstatus waspada level II. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Marapi dari Siaga (Level III) ke Level II (Waspada) sejak 1 Desember 2024 silam.
Meski begitu, erupsi masih sering terjadi. Dalam sepekan terakhir, erupsi beberapa kali terpantau. Warga diminta untuk meningkatkan kehati-hatian, serta dilarang untuk beraktivitas pada radius 3 Kilometer dari kawah.
Warga yang tinggal di aliran sungai juga diingatkan untuk selalu waspada akan ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi.
(nkm/nkm)











































