Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terbentuk Sejak Tahun 2000-an

Aceh

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terbentuk Sejak Tahun 2000-an

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 15 Jan 2026 15:02 WIB
Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terbentuk Sejak Tahun 2000-an
Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Banda Aceh -

Lubang raksasa muncul di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, usai terjadi longsor dan saat ini meluas hampir menyentuh jalan lintas. Lubang itu diperkirakan mulai terbentuk sejak tahun 2000-an.

"Tidak ada literasi pasti yang menjelaskan awal mula terbentuknya lubang. Beberapa sumber menjelaskan bahwa lubang kecil sudah mulai terbentuk sejak awal tahun 2000-an. Di mana pergerakan tanah terus terjadi secara bertahap sejak tahun 2004," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Andalika saat dimintai konfirmasi detikSumut, Kamis (15/1/2026).

Berdasarkan laporan masyarakat, katanya, longsoran yang terjadi di lubang itu meluas sehingga memutuskan akses jalan Blang Mancung-Simpang Balik pada tahun 2006. Sejak beberapa tahun lalu, Dinas ESDM Aceh telah melakukan penelitian sehingga diketahui pergerakan tanah terus meningkat secara bertahap setiap tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, data terbaru Dinas ESDM Aceh, luasan longsoran di lokasi telah mencapai 27.000 meter dan semakin dekat ke jalan lintas. Tim geologi dan survei geofisika ESDM Aceh juga disebut pernah melakukan kolaborasi kajian longsoran tanah tersebut bersama BPBD Aceh Tengah pada tahun 2022.

ADVERTISEMENT

Hasil kajian yang dilakukan disebutkan longsoran tanah di Kampung Bah berada pada lapisan tanah permukaan dengan zona jenuh air dan didominasi material vulkanik yang mudah mengantarkan air. Pergerakan tanah di lokasi tersebut sangat aktif dan berkelanjutan.

"Wilayah longsoran tanah di Kampung Bah tersebut dikategorikan sebagai zona tinggi rawan pergerakan tanah, sehingga memerlukan penanganan struktural dan non struktural segera dan berkelanjutan," jelas Andalika.

Andalika mengatakan, longsoran tanah yang terjadi di desa tersebut bukan jenis amblesan tanah sinkhole klasik yang terbentuk karena adanya lubang runtuh secara tiba-tiba. Longsoran terjadi karena pergerakan material tanah yang terjadi secara perlahan.

"Berdasarkan data dari ESDM Aceh, pergerakan tanah terus meningkat secara bertahap setiap tahun. Sejak tahun 2011 sudah dimulai pengukuran pertambahan luasan skala longsoran tanah oleh ESDM Aceh," ungkapnya.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads