Sumatera Utara telah melahirkan banyak atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional dan internasional. Dari atletik, ring tinju, lapangan hijau, hingga arena bulu tangkis dan bela diri nama-nama atlet asal Sumut telah menorehkan jejak prestasi membanggakan.
Yuk kenalan dengan atlet kebanggaan Sumut dari yang legendaris hingga peraih medali emas.
Daftar Atlet Asal Sumut yang Berprestasi
Anthony Sinisuka Ginting
Siapa yang tak kenal Anthony Sinisuka Ginting. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia ini merupakan salah satu atlet terbaik yang pernah dimiliki Tanah Air. Meski lahir di Cimahi, Anthony memiliki darah Karo yang mengalir dari keluarganya.
Bakat Anthony sudah terlihat sejak usia dini. Ia mulai mencuri perhatian saat menjuarai MILO School Competition kategori tunggal putra tingkat SD pada 2008. Prestasi itu berlanjut pada 2012 ketika ia kembali menjadi juara di kategori tunggal putra tingkat SMP.
Karier internasionalnya mulai menanjak pada 2013 dengan tampil di sejumlah turnamen senior seperti Indonesia Open Grand Prix Gold, Vietnam International Challenge, hingga Maldives International Challenge. Anthony juga meraih medali perunggu di BWF World Junior Championships.
Puncak prestasinya datang di Olimpiade Tokyo 2020. Anthony sukses meraih medali perunggu nomor tunggal putra. Ia juga mencatat sejarah sebagai atlet bulu tangkis yang meraih medali Olimpiade Remaja 2014 dan kemudian meraih medali Olimpiade. Selain itu, Anthony turut mempersembahkan emas SEA Games 2019 beregu putra serta membawa Indonesia juara Kejuaraan Beregu Asia 2016, 2018, dan 2020.
Syamsul Anwar Harahap
Syamsul Anwar Harahap lahir di Medan pada 1 Agustus 1952. Ia dikenal sebagai salah satu petinju terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Dalam kariernya, Syamsul mencatatkan 139 pertandingan dengan 123 kemenangan dan 16 kekalahan tanpa pernah kalah KO.
Ia sukses meraih medali emas di berbagai negara seperti Singapura, Amerika Serikat, dan Pakistan. Meski demikian, Syamsul juga pernah meraih posisi ketiga di ajang internasional yang digelar di Jepang, Manila, dan Yugoslavia.
Di luar ring, Syamsul dikenal sebagai analis, komentator, sekaligus promotor tinju. Ia pernah terlibat sebagai promotor dalam laga perebutan gelar juara dunia WBA antara Chris John melawan Renan Acosta pada 2006.
Di balik kesuksesannya, Syamsul sempat mengalami cacat di lengan kanan akibat penyakit polio. Namun kondisi tersebut tak memadamkan semangatnya untuk berprestasi di dunia olahraga.
Ansyari Lubis
Ansyari Lubis atau yang akrab disapa "Uwak" merupakan mantan pemain sepak bola nasional Indonesia. Ia lahir pada 28 Juli 1970 dan dikenal sebagai gelandang tangguh di masanya.
Saat masih aktif bermain, Ansyari pernah memperkuat Timnas Indonesia dan menjadi salah satu pemain penting di lini tengah. Namanya juga tercatat dalam sejarah sepak bola nasional sebagai pemain dengan nilai transfer termahal pada masanya, yakni Rp 25 juta saat pindah dari Medan Jaya ke Pelita Jaya Jakarta.
Setelah pensiun sebagai pemain, Ansyari tak meninggalkan dunia sepakbola. Ia melanjutkan karier sebagai pelatih dan sempat menangani klub Liga 2, termasuk PSMS Medan pada 2021. Dedikasinya menjadikan Ansyari sebagai salah satu figur penting dalam perkembangan sepak bola Sumatera Utara.
Farhan Attamamil Arda
Farhan Attamamil Arda merupakan atlet tarung derajat asal Kota Medan yang mencatatkan sejarah di PON XX Papua. Ia berhasil mempersembahkan medali emas pertama untuk Sumatera Utara dari cabang tarung derajat.
Pada laga final yang digelar di Gedung Serba Guna Eme Neme Yauware, Mimika, Farhan meraih kemenangan angka 3-0 atas Tabuni. Prestasi ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan tarung derajat Sumut, khususnya Medan, di ajang olahraga nasional.
Parluatan Siregar
Parluatan Siregar merupakan atlet legendaris asal Sumatera Utara yang mencatat prestasi luar biasa di cabang atletik. Ia meraih medali emas nomor 3.000 meter curam pada SEA Games 1991 di Filipina sekaligus memecahkan rekor nasional.
Rekor nasional tersebut bertahan selama 25 tahun, sementara rekor PON yang ia torehkan bertahan hingga 33 tahun. Prestasi ini menegaskan posisi Parluatan sebagai salah satu legenda atletik Indonesia.
Simak Video "Video: Top! Tim Perahu Naga Indonesia Raih Medali Emas di World Games 2025"
(astj/astj)