Hukum Puasa Rajab Digabung Qadha Ramadhan, Bolehkah? Ini Penjelasannya

Hukum Puasa Rajab Digabung Qadha Ramadhan, Bolehkah? Ini Penjelasannya

Aisyah Lutfi - detikSumut
Kamis, 15 Jan 2026 10:41 WIB
Hukum Puasa Rajab Digabung Qadha Ramadhan, Bolehkah? Ini Penjelasannya
Foto: Getty Images/sarath maroli
Medan -

Dalam kalender Hijriyah, saat ini merupakan bulan Rajab 1447 H. Bulan ketujuh dalam kalender Hijriah ini merupakan salah satu bulan haram (bulan mulia) di mana umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, termasuk berpuasa.

Namun, sering kali muncul keraguan bagi mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadhan tahun lalu. Manakah yang harus didahulukan? Bolehkah menggabungkan niat puasa Rajab dengan Qadha Ramadhan agar mendapatkan dua pahala sekaligus?

Berikut penjelasan lengkap mengenai hukum dan tata caranya berdasarkan pendapat para ulama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hukum Menggabungkan Puasa Rajab dan Qadha Ramadhan

Bagi detikers yang masih memiliki tanggungan puasa wajib, kabar baiknya adalah menggabungkan kedua puasa tersebut hukumnya diperbolehkan (sah).

Mengutip penjelasan Ustadz Mubassyarum Bih dalam laman NU Online, menggabungkan niat puasa Rajab dengan puasa qadha Ramadhan adalah sah dan pahala keduanya bisa didapatkan.

ADVERTISEMENT

Hal ini didasarkan pada prinsip fikih mazhab Syafi'I, yaitu:

"Apabila dua ibadah yang sejenis berkumpul, maka salah satunya dapat masuk ke dalam yang lain."

Jadi, ketika seseorang melakukan puasa Qadha Ramadhan bertepatan dengan hari-hari mulia di bulan Rajab, maka kewajiban bayar utang puasanya lunas, sekaligus ia mendapatkan keutamaan pahala puasa sunnah Rajab.

Bacaan Niat Puasa Qadha di Bulan Rajab

Penting untuk dicatat, karena Qadha Ramadhan adalah puasa wajib, maka niat yang dilafalkan haruslah niat Qadha, bukan niat puasa sunnah mutlak.

Dalam aturan fikih, puasa wajib harus ta'yin (ditentukan jenis puasanya). Sedangkan puasa sunnah Rajab tidak mensyaratkan hal tersebut. Oleh karena itu, kamu cukup membaca niat Qadha Ramadhan saja, maka pahala puasa Rajab otomatis akan mengikuti.

Berikut bacaan niatnya:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ Ω‚ΩŽΨΆΩŽΨ§Ψ‘Ω ΩΩŽΨ±Ω’ΨΆΩ Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhΓ’'i fardhi syahri RamadhΓ’na lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’.

Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa Ramadhan karena Allah Ta'ala."

Penjelasan Ulama: Satu Puasa, Dua Pahala

Syekh al-Barizi, sebagaimana dikutip dari kitab Fathul Mu'in dan I'anatuth Thalibin, menegaskan fatwanya:

"Apabila seseorang berpuasa qadha (Ramadhan) atau lainnya di hari-hari yang dianjurkan berpuasa, maka pahala keduanya bisa didapat, baik disertai niat berpuasa sunnah atau tidak."

Senada dengan itu, Imam Ibn Hajar al-Haitami juga menjelaskan bahwa seseorang yang berpuasa qadha di waktu-waktu utama (seperti Rajab, Senin-Kamis, atau Ayyamul Bidh) tetap akan meraih pahala keutamaan waktu tersebut meskipun niat utamanya adalah qadha.

Keutamaan Puasa di Bulan Rajab

Mengapa puasa di bulan ini sangat istimewa? Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram (selain Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram).

Imam al-Ghazali mengutip hadis Rasulullah SAW tentang dahsyatnya pahala berpuasa di bulan-bulan haram:

Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω مِنْ Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ­ΩŽΨ±ΩŽΨ§Ω…Ω Ψ£ΩŽΩΩ’ΨΆΩŽΩ„Ω مِنْ Ψ«ΩŽΩ„ΩŽΨ§Ψ«ΩΩŠΩ†ΩŽ مِنْ ΨΊΩŽΩŠΩ’Ψ±ΩΩ‡Ω

Artinya: "Puasa satu hari di bulan haram lebih utama daripada puasa tiga puluh hari di bulan selainnya..."

Dengan demikian, bagi detikers yang ingin melunasi utang puasa Ramadhan, bulan Rajab adalah waktu yang sangat tepat. Selain kewajiban kamu gugur, kamu juga panen pahala karena beribadah di waktu yang dimuliakan Allah SWT.

Mari manfaatkan bulan Rajab 1447 H ini sebaik mungkin sebelum Ramadhan tiba!




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads