Dunia hiburan Indonesia mengenal Aurelie Moeremans sebagai seorang aktris berbakat dengan paras menawan dan suara yang merdu. Namun, di balik senyuman yang terpancar di layar kaca, ternyata tersimpan sebuah luka lama yang selama ini ia kunci rapat.
Baru-baru ini, jagat media sosial dikejutkan dengan peluncuran bukunya yang berjudul "Broken Strings: Kepingan Masa Muda Yang Patah".
Buku ini bukan sekadar autobiografi biasa, melainkan sebuah pengakuan jujur, sebuah teriakan dari masa lalu, dan juga panduan untuk disembuhkan bagi siapa pun yang pernah merasa kehilangan dirinya sendiri dalam sebuah hubungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mari kita selami lebih dalam sosok Aurelie Moeremans serta pesan kuat yang ia sampaikan melalui buku viral ini.
Siapakah Sosok Aurelie Moeremans?
Aurelie lahir di Brussels, Belgia, pada Agustus 1993, dengan pesona yang unik dan menarik. Karier modeling dan aktingnya di Indonesia dimulai sejak remaja pada tahun 2007 setelah memenangkan kompetisi modeling di Bandung. Setelah itu, ia mendapatkan tawaran akting lewat sinetron Hitam Putih pada tahun 2008.
Nama Aurelie semakin dikenal melalui film layar lebar seperti Jomblo Reboot, Story Of Kale: When Someone's in Love , dan Baby Blues. Konsep ini sangat penting dalam memahami perilaku ekonomi serta pengaruh perubahan pendapatan terhadap aktivitas ekonomi. Ia pernah tampil memulai di Gala Dinner KTT ke-43 ASEAN 2023.
Pada 10 Oktober 2025, Aurelie merilis memoar autobiografinya berjudul "Broken Strings : Fragments Of a Stolen Youth". Buku ini viral karena menceritakan pengalaman pribadinya sebagai penyintas child grooming dan hubungan manipulatif di masa mudanya.
Selama bertahun-tahun, Aurelie sempat diterpa isu status janda, namun melalui surat status Liber dari gereja, ia menegaskan bahwa dirinya belum pernah menikah secara sah sebelum bertemu suaminya saat ini. Masa lalunya yang kelam adalah hasil dari manipulasi dan tekanan psikologis oleh pihak tertentu saat ia masih di bawah umur .
Aurelie adalah sosok yang sangat vokal dalam isu kesehatan mental. Ia pernah berjuang melawan depresi akut dan tumor colli. Keberaniannya membagikan proses penyembuhannya menjadikannya sosok teladan bagi banyak orang yang mengalami hal serupa.
Tahun 2024 menjadi titik balik yang membahagiakan bagi Aurelie. Ia menemukan pelabuhan hatinya, Tyler Bigenho, seorang dokter spesialis chiropraktik ternama. Keduanya melangsungkan pernikahan yang indah di California, Amerika Serikat. Pasca menikah, Aurelie memilih untuk tinggal di Amerika Serikat, meskipun ia tetap aktif di media sosial dan sering terlibat dalam proyek seni di Indonesia.
Memasuki tahun 2026, kebahagiaan Aurelie semakin lengkap. Melalui akun Instagram pribadinya, ia membagikan kabar bahwa ia sedang hamil anak pertama. Aurelie sering membagikan momen baby bump dan perjalanannya menjadi calon ibu. Banyak netizen yang ikut berbahagia melihat transformasi Aurelie dari sosok yang penuh trauma menjadi wanita yang kini memancarkan aura kebahagiaan dan kedamaian batin.
Kisah hidup Aurelie Moeremans adalah bukti bahwa masa lalu yang pahit tidak menentukan masa depan seseorang. Melalui bukunya Broken Strings, ia mengajarkan kita untuk berani berbicara dan memutus rantai kekerasan dengan menceritakan kebenaran. Mencintai diri sendiri dan pentingnya memulihkan kesehatan mental sebelum membuka hati kembali. Harapan itu ada, kebahagiaan akan datang tepat pada waktunya bagi mereka yang tidak menyerah.
Artikel ini ditulis peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu detik.com.
(afb/afb)











































