Umat Islam kini telah memasuki bulan Syaban, bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Posisinya yang diapit oleh dua bulan mulia, yakni Rajab dan Ramadhan, menjadikan Syaban sering kali dianggap sebagai "bulan persiapan" atau gerbang menuju bulan suci.
Meski demikian, Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa Syaban adalah waktu yang sering dilalaikan manusia. Padahal, di dalamnya terdapat keutamaan besar, mulai dari diangkatnya amal perbuatan hingga turunnya ayat anjuran bershalawat.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai arti, sejarah, dan amalan-amalan utama di bulan Syaban yang perlu detikers ketahui. Yuk, simak!
Arti dan Sejarah Penamaan Bulan Syaban
Banyak umat Islam yang belum mengetahui asal-usul nama "Syaban". Secara bahasa (etimologi), Syaban berasal dari kata dasar Syaba yang bermakna "terpisah" atau "bercabang". Bentuk jamaknya dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah Syabanat dan Syaabin.
Mengutip laman Mejelis Ulama Indonesia (MUI), menurut ahli bahasa Abu Abbas Ahmad bin Yahya Thalab, dinamakan Syaban karena bulan ini "muncul" atau berada di antara dua bulan mulia, Rajab dan Ramadhan.
Sejarah Tradisi Arab Jahiliyah
Secara historis, penamaan bulan ini sudah ada sejak tahun 412 Masehi, yakni pada masa Kilab bin Murrah (kakek kelima Nabi Muhammad SAW). Imam Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari menjelaskan alasan penamaan ini berkaitan dengan kebiasaan bangsa Arab masa lalu:
Masyarakat Arab kala itu berpencar (tasyau'ub) ke berbagai penjuru untuk mencari sumber air. Setelah menahan diri dari perang selama bulan haram (Rajab), kabilah-kabilah Arab kembali berpencar untuk melakukan penyerangan atau penyerbuan (gharat) di bulan ini.
Mengapa Bulan Syaban Begitu Istimewa?
Dalam Islam, keistimewaan Syaban bukan lagi soal perang atau mencari air, melainkan tentang pengangkatan amal dan syafaat Nabi.
Rasulullah SAW bersabda: "Bulan Sya'ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Bulan Sya'ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa." (HR Abu Dawud dan An-Nasa'i).
Selain itu, Syaban juga disebut sebagai Bulannya Nabi Muhammad SAW. Dalam kitab Tuhfatul Ikhwan, dijelaskan pembagian indah berikut:
- Rajab: Bulannya Allah (bulan untuk bertaubat kepada-Nya).
- Syaban: Bulannya Nabi SAW (bulan untuk memohon syafaat Nabi).
- Ramadhan: Bulannya Umat (bulan untuk saling memohon syafaat antar mukmin).
Simak Video "Video: Bolehkah Doa Dikomersialkan?"
(astj/astj)