Niat puasa Nisfu Syaban di pagi hari kerap dicari umat Islam yang lupa berniat pada malam hari. Lantas bagaimana bacaan niat puasa Nisfu Syaban di pagi hari? Serta kapan batas waktu berniat puasa?
Nisfu Syaban dikenal sebagai waktu yang penuh keutamaan dan dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, termasuk menjalankan puasa sunnah. Namun, sebelum mengamalkannya wajib untuk berniat.
Puasa Nisfu Syaban termasuk dalam puasa sunnah, sehingga waktu membaca niatnya dapat dilakukan pada pagi hari dengan catatan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Melansir dari buku 'Rahasia Puasa Sunah' oleh Ahmad Syahirul Alim, ketentuan ini disandarkan pada hadits yang diriwayatkan Aisyah RA sebagai berikut:
عن عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ : دَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ فَقُلْنَا لَا قَالَ فَإِنِّي إِذَنْ صَائِمٌ ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ اهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ فَقَالَ أَرِينِيهِ فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا فَأَكَلَ
Artinya: "Dari Aisyah Ummul Mukminin, ia berkata; Pada suatu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menemui dan bertanya, 'Apakah kamu mempunyai makanan?' kami menjawab, 'Tidak.' Beliau bersabda: 'Kalau begitu, saya akan berpuasa.' Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, 'Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kura, samin dan keju).' Maka beliau pun bersabda: 'Bawalah kemari, sungguhnya dari tadi pagi tadi aku berpuasa.' (HR. Muslim)
Dengan memahami batas bacaan dan batas waktu niat puasa Nisfu Syaban umat Islam dapat menjalankannya dengan lebih yakin dan sesuai tuntunan syariat. Nah, melalui artikel ini, akan dijelaskan penjelasan selengkapnya.
Yuk simak!
Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban di Pagi Hari
Dilansir dari buku 'Meraih Surga dengan Puasa' oleh H Herdiansyah Achmad Lc, berikut bacaan niat puasa Nisfu Syaban:
نَوَيْتُ صَوْمَ فِي النِّصْفِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma fi-n-nishfi-sy-sya'bani sunnata-lillâhi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat puasa pada pertengahan bulan Syakban sunah karena Allah Ta'ala."
Batas Waktu Baca Niat Puasa Nisfu Syaban 2026
Batas waktu membaca niat puasa Nisfu Syaban adalah sebelum memasuki waktu Dzuhur hari ini, 3 Februari 2626. Hal ini lantaran niat puasa Nifsu Syaban dapat dilakukan sejak malam hari pada Senin, 2 Februari 2026, hingga siang hari sebelum Dzuhur pada Selasa, 3 Februari 2026.
Hal ini merujuk pada penjelasan di laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menyatakan niat puasa sunnah, termasuk Nisfu Syaban, dapat dilakukan mulai malam hari hingga siang hari sebelum waktu zawal, yaitu saat Matahari tergelincir.
Waktu tergelincirnya Matahari biasanya terjadi ketika memasuki waktu Dzuhur. Namun, perlu diingat bahwa niat puasa dapat dilakukan pada siang hari dengan ketentuan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Anjuran Puasa Nisfu Syaban
Dinukil dari buku 'Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriyah' karya Siti Zumratus Sa'adah, puasa Nisfu Syaban menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam. Anjuran ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Jika datang malam Nisfu Syaban, maka bangunlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya. Allah SWT berfirman, "Tiadakah orang yang meminta ampun, maka aku akan memberinya pengampunan? Tiadakah orang yang meminta rezeki maka aku akan memberinya, tiadakah yang meminta, maka aku akan memberinya? Sampai terbitnya fajar." (HR Al-Baihaqi)
Keutamaan Puasa Nisfu Syaban
Dilansir dari laman Baznas, puasa Nisfu Syaban menjadi salah satu amalan sunnah yang memiliki sejumlah keutamaan bagi yang mengerjakannya. Di antara keutamaannya yaitu mendapat ampunan dari Allah SWT, meneladani sunnah Rasulullah SAW, hingga sebagai waktu persiapan menuju bulan Ramadhan.
Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya:
1. Mendapat Ampunan dari Allah SWT
Nisfu Syaban merupakan salah satu waktu istimewa dalam Islam, di mana Allah SWT akan memberikan ampunan kepada para hamba-Nya. Maka tak heran umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah Nisfu Syaban.
Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya Allah melihat pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR Ibnu Majah No 1390, dinilai hasan oleh Al-Albani)
2. Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan
Berpuasa di bulan Syaban, termasuk Nisfu Syaban, merupakan amalan yang dianjurkan sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah SAW banyak mengerjakan puasa di bulan ini.
Aisyah RA berkata:
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa selain di bulan Syaban." (HR. Bukhari No. 1969, Muslim No. 1156)
3. Meneladani Sunnah Nabi Muhammad SAW
Melaksanakan puasa sunnah di bulan Syaban, termasuk Nisfu Syaban, merupakan salah satu bentuk meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits riwayat An-Nasa'i, Rasulullah menyampaikan bahwa pada bulan ini seluruh amalan manusia diangkat kepada Allah SWT, sehingga ia berharap berada dalam keadaan berpuasa ketika amalannya diangkat.
Rasulullah SAW bersabda:
"Itulah bulan (Syaban) yang sering dilupakan manusia, yaitu bulan antara Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amalan kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa." (HR An-Nasa'i No 2357, dinilai hasan oleh Al-Albani)
Demikianlah bacaan niat puasa Nisfu Syaban di pagi hari beserta ketentuan batas waktu membacanya. Semoga bermanfaat!
(alk/alk)











































