Masa tanggap darurat penanganan bencana di Aceh Utara juga telah berakhir. Pemerintah setempat menetapkan tahap transisi darurat menuju pemulihan pasca bencana hingga 5 Februari mendatang.
Keputusan itu diambil setelah status tanggap darurat berakhir pada 5 Januari. Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil sempat menggelar rapat dengan Forkopimda, DPRK serta perwakilan BNPB untuk memutuskan masa transisi.
"Pemerintah Aceh Utara saat ini sedang fokus pada penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen ini akan menjadi pedoman utama dalam upaya pemulihan infrastruktur dan pemulihan kehidupan sosial masyarakat yang terdampak," kata Ismail dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria akrab disapa Ayahwa itu menginstruksikan seluruh OPD untuk bekerja secara cepat, terkoordinasi agar dokumen R3P segera selesai sehingga pemulihan dapat dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran. Pemerintah pusat juga disebut akan membangun hunian sementara serta hunian tetap untuk warga terdampak.
Dia juga mengingatkan semua pihak tentang pentingnya keakuratan data kerusakan rumah, baik yang rusak berat, sedang, maupun ringan. Hal itu disebut bertujuan agar bantuan dari pemerintah pusat dapat disalurkan secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan.
"Saya meminta camat untuk memastikan tidak ada data warga yang terlewatkan," jelasnya.
Ayahwa juga meminta pihak terkait agar mengantisipasi kebutuhan jelang Ramadan. Menurutnya, beberapa daerah terdampak seperti Tanah Jambo Aye, Lapang, dan Muara Batu kondisi fisik jalanan sudah kembali normal.
"Kebutuhan akan tenda darurat dan pembangunan Huntara masih sangat mendesak. Apalagi tidak lama lagi sudah memasuki bulan Ramadan," ujar Ayahwa.
Diketahui, Aceh Utara termasuk salah satu daerah terparah dilanda banjir bandang Rabu 26 November lalu. Korban meninggal di daerah itu mencapai 230 orang atau tertinggi di Aceh.
(agse/mjy)











































