Teliti Manfaat Kulit Manggis, Dokter Almaycano Harap Bisa Sampai Uji Klinis

Teliti Manfaat Kulit Manggis, Dokter Almaycano Harap Bisa Sampai Uji Klinis

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Rabu, 07 Jan 2026 12:43 WIB
Teliti Manfaat Kulit Manggis, Dokter Almaycano Harap Bisa Sampai Uji Klinis
Foto: Sidang promosi doktor dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara (FK USU) dengan promovendus Dr. dr. Almaycano Ginting, M.Kes, M.Ked (Clin.Path), Sp.PK. (Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Medan -

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara (FK USU) Dr. dr. Almaycano Ginting, M.Kes, M.Ked (Clin.Path), Sp.PK yang meneliti manfaat ekstrak kulit manggis untuk penderita penyakit ginjal kronik (PGK) berharap bisa melanjutkan penelitian hingga ke tahap uji klinis.

Menurutnya, saat ini penelitian yang ia lakukan masih dalam tahap eksperimen terhadap hewan coba tikus wistar model PGK.

"Kita tahu bahwa dalam setiap satu penelitian itu selalu dimulai dari suatu penelitian yang mendasar seperti uji eksperimen dengan hewan coba kemudian kita lanjutkan dengan tahapan berikutnya yaitu yang lebih tinggi seperti uji klinis pada manusia. Pada kasus ini saya berharap ekstrak kulit buah manggis mampu memberikan dampak pada proses pengobatan terhadap penderita penyakit ginjal kronis," ujar Almaycano dalam sidang promosi doktoralnya di USU, Medan, Rabu (7/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter yang mendalami bidang patologi klinik ini menyebut, pengobatan penyakit ginjal kronik selama ini belum sepenuhnya mengarah kepada penurunan peradangan atau inflamasi.

"Jadi pada mereka (penderita PGK) selama ini pengobatannya mengarah ke komplikasi, misalnya anemia. Tapi belum mengarah ke penurunan inflamasi. Apabila ini bisa bermakna harapan saya bahwa ini dapat memberikan efek terapi tambahan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selama ini, menurut Almaycano, efek terapi untuk gagal ginjal atau penyakit ginjal kronis selalu dimulai dari pengobatan seperti ARB (Angiotensin Receptor Blockers) dan obat-obatan yang bersifat komplikasi.

"Selama ini terapi untuk penyakit ginjal kronik selalu dimulai dengan obat-obat yang sifatnya komplikasi-komplikasi yang muncul seperti diabetes, menurunkan kadar gula darah, tidak ada yang bisa langsung mengarah kepada menurunkan efek inflamasi," jelasnya.

Ia berharap dengan adanya penelitian terhadap ekstrak kulit buah manggis ini bisa memberikan dampak kepada sisi klinis. Serta memberdayakan penelitian yang berbasis pemeriksaan dari marker-marker inflamasi.

"Harapan saya karena ekstrak kulit manggis ini masih tidak banyak minat dalam penelitiannya saya berharap kulit manggis yang selama ini jadi limbah dapat menjadi alternatif dalam penelitian," ungkapnya.

Almaycano berencana untuk melanjutkan penelitiannya dalam program posdoktoral. Menurutnya, dalam penelitian lanjutan, akan dilakukan penyesuaian dalam hal dosis maupun durasi eksperimen.

"Tentu saya berharap penelitian ini bisa terus dilakukan ke depannya. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa mengimplementasikan ke dalam penelitian yang lebih advance makanya perlu saya sampaikan tadi di rencana ke depan itu adalah melakukan penitian kolaboratif. Seperti mengajak teman-teman dari farmasi," tutupnya.




(mjy/mjy)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads