Kondisi Batang Toru Tapsel Setelah Sebulan Diterjang Banjir Bandang

Kondisi Batang Toru Tapsel Setelah Sebulan Diterjang Banjir Bandang

Nizar Aldi - detikSumut
Sabtu, 27 Des 2025 12:02 WIB
Kondisi Batang Toru Tapsel Setelah Sebulan Diterjang Banjir Bandang
Kondisi rumah akibat banjir bandang di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan sebulan pascabencana banjir bandang (Nizar Aldi/detikSumut)
Tapanuli Selatan -

Sudah sebulan setelah banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah kawasan Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut). Begini kondisi daerah Kecamatan Batang Toru setelah sebulan pascabencana.

Pantauan detikSumut, Sabtu (27/12/2025), akses jalan lintas Padangsidimpuan-Sibolga sudah bisa dilalui. Kondisi di Desa Huta Godang terlihat masih mencekam.

Sepanjang jalan terlihat rumah yang hancur akibat diterjang banjir bandang. Material lumpur hingga kayu berukuran besar terlihat di areal permukiman warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian warga terlihat sudah mulai membersihkan areal rumahnya. Namun mayoritas rumah masih belum dibersihkan.

Pemasangan jembatan Bailey terlihat masih terus berproses di dekat sungai. Tenda pengungsian terlihat berbaris tidak jauh dari jembatan.

ADVERTISEMENT

Salah satu warga, Rahma (42) mengatakan jika kondisi di wilayah ini sudah membaik dibandingkan seminggu pertama bencana. Banjir bandang sendiri menerjang kawasan ini di akhir November lalu.

"Beginilah sekarang, tapi jauhlah lebih baik kalau dari awal-awal dulu," kata Rahma.

Banyak rumah yang rusak parah hingga hilang diterjang banjir di daerah ini. Rahma tidak merinci berapa banyak jumlahnya.

"Banyak yang terbawa banjir, rusak juga itu ditabrak kayu-kayu besar," ucapnya.

Bantuan terus disebut berdatangan, mulai dari makanan hingga pakaian. Alat berat juga terus beroperasi membersihkan material yang terseret banjir bandang.

Warga lain, Zulkifli, menyebutkan mereka membutuhkan alat bantu untuk membersihkan lumpur dari rumah. Sedangkan untuk membersihkan secara manual, Zulkifli mengaku tidak sanggup.

"Lebih baik ada banyak alat untuk bersihkan lumpur, capek kalau kita sendiri, saya udah tua," beber Zulkifli.




(niz/nkm)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads