Pasokan Terganggu Akibat Banjir, Harga Ikan di Binjai Meroket

Laila Syakira - detikSumut
Minggu, 30 Nov 2025 22:00 WIB
Foto: Sejumlah ikan imbas pasokan yang terhambat akibat hujan dan banjir di sejumlah daerah pengiriman. (Laila Syakira/detikcom)
Binjai -

Harga ikan di Pasar Pagi, Kebun Lada, Binjai, mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Harga ikan naik akibat pasokan yang tersendat akibat bencana banjir dan longsor.

Napsiah, pedagang ikan di pasar tersebut, mengatakan harga ikan dungun kini dijual Rp 33 ribu per kilogram. Padahal sebelum hujan dan banjir menerjang daerah pemasok, harga masih berada di kisaran Rp 26 ribu untuk kualitas bagus.

"Dulu yang super itu Rp 26 ribu. Sekarang Rp 33 ribu, itu pun bukan yang bagus. Ikannya sudah pecah-pecah semua," kata Napsiah, Minggu (30/11/2025).

Ia menjelaskan kondisi ini terjadi akibat terhentinya distribusi ikan. Truk pengangkut ikan yang biasanya tiba tepat waktu, terjebak hingga tiga hari di kawasan Kuala Simpang akibat banjir.

"Mobil pengiriman itu nyangkut tiga hari. Jadi begitu sampai sini, ikan banyak yang rusak karena terlalu lama di perjalanan, bahkan yang bagus pun kosong," ujarnya.

Menurut Napsiah, kenaikan harga belum tentu membuat pedagang untung besar. Dengan kualitas yang turun, pedagang justru harus lebih selektif.

"Kami jual segitu bukan karena mau ambil untung besar. Memang harganya sudah naik, dan stok pun sedikit. Kalau hujan terus, biasanya harga naik lagi," tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh Laila Syakira peserta program Maganghub Kemnaker di detikcom



Simak Video "Video: Viral Banyak Kayu Terbawa Banjir, Ini Data Deforestasi Sumatera"

(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork