Sejumlah SPBU di sekitar Kota Medan masih dipadati pengendara. Mereka mengantre untuk membeli BBM yang sulit didapat pasca banjir.
Pantauan detikSumut di beberapa SPBU seperti di Jalan Prof HM Yamin, Jalan Letda Sudjono, Jalan Besar Tembung, Jalan Yaqub Lubis Bandar Khalifah dan Jalan Perhubungan Lau Dendang. Kendaraan mengular hingga ke jalan raya.
Seorang warga, Lina mengaku mengantre hingga dua jam di SPBU Jalan Yaqub Lubis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir dua jam lah. Dari jam 9 pagi, dapatnya baru pas jam 11. Habis tenaga dan waktu," ujar Lina kepada detikSumut, Minggu (30/11).
Lina mengaku, dirinya terpaksa mengantre karena sepeda motornya sudah mogok dan kehabisan bahan bakar. Ia juga harus mengantar anaknya sekolah esok hari.
"Kalau enggak mikirin besok ngantar anak dan kerja, malas juga mengantre. Karena sudah kosong kali ini, udah mogok tadi," katanya.
Warga lainnya, Eko menyebut dirinya terpaksa memutar jauh ke SPBU Jalan Letda Sujono karena SPBU yang ada di dekat rumahnya ditutup.
"SPBU dekat rumah saya yang di Lau Dendang tutup. Terpaksa harus ke Letda Sujono. Di sini pun ngantre juga rupanya," katanya.
Ia mengaku heran kenapa antrean di banyak SPBU mengular hingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu.
"Katanya karena banjir, tapi kok lama kali kondisinya begini. Biasanya antrenya enggak sepanjang ini. Kalau gini arus lalu lintas pun terganggu," tambahnya.
Menurut Eko, beberapa warga yang sudah mengantri berjam-jam sempat saling adu mulut. Mereka kesal beberapa pengendara diminta memutar.
"Ada warga sini, tinggal di jalan yang di samping SPBU. Sama yang lain disuruh mutar, ya marah warga situ, enggak mau mutar karena antrean panjang ke belakang," ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat segera mengatasi kondisi panjangnya antrean di SPBU.
"Kalau bisa SPBU yang tutup itu segera dibuka lagi. Karena antrean di beberapa SPBU panjang kali kalau ada yang tutup. Jadi kalau bisa segera lah diatasi," tutupnya.
Beli Eceran Rp 45 Ribu/Liter
Warga lainnya Suci juga mengaku mengantre hingga satu jam di SPBU Letda Sudjono.
"Sudah antre hampir sejam lah ini. Susah kali cari minyak udah keliling dua SPBU pada abis," ungkap warga Medan, Suci.
Hal serupa juga turut dirasakan pengendara Imran yang mengaku sudah kehabisan bensin sejak dua hari terakhir. Ia menyebut dirinya rela antre lantaran tidak mendapat pasokan BBM.
"Udah dua hari bensin habis, ini pun tadi dorong. Katanya ada stok di sini, ke sinilah kami," ujar Imran.
Panjangnya antrean BBM di SPBU juga terjadi di beberapa titik seperti SPBU Jalan Putri Hijau, SPBU Jalan Sudirman, SPBU Jalan Krakatau, dan lainnya.
Sementara itu, beberapa oknum juga turut memanfaatkan langkanya BBM di kalangan masyarakat. Beberapa pengendara bahkan terpaksa membeli dengan harga Rp 45 ribu per liter untuk Pertalite.
"Beli Rp 45 ribu per liter pertalite yang ketengan (eceran) daripada habis enggak bisa jalan. Tadi pun kami beli udah mau habis BBM di kedainya, di daerah Denai," ucap warga Medan Bibah kepada detikSumut.
(nkm/nkm)











































