Wakil Kepala Badan Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mendengar semua aspirasi yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa beberapa hari terakhir. Presiden juga memberikan instruksi untuk mengusut tuntas segala bentuk kekerasan dan menindak tegas siapapun pelakunya.
"Saya sempat ngobrol dengan Presiden. Komitmen Pak Presiden mendengar semua aspirasi demonstran itu sangat tinggi, apalagi Pak Presiden sudah mengunjungi keluarga Affan, segala macam. Presiden sudah memberikan instruksi siapapun yang melakukan kekerasan itu harus ditindak dengan tegas," kata Dahnil kepada wartawan di Padang, Sabtu (30/8/2025), usai Rakor Penyelengaraan Haji Provinsi Sumatera Barat.
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah 2014-208 itu menyatakan, Presiden tidak pernah keberatan dengan semua kritik ataupun aksi unjukrasa, karena itu merupakan hal semua komponen masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Demo itu adalah hak semua komponen masyarakat, dan pemerintah wajib mendengarkan. Aparat hukum dalam hal ini polisi, wajib melindungi. Nah itu yang menjadi aspirasi Presiden dan dengan jelas kita menginginkan kalau mendemo, jaga suasana jangan sampai anarkis," katanya.
Pendiri Matahari Pagi Indonesia Raya itu meminta para pengunjukrasa tidak melakukan pengrusakan fasilitas umum dan tidak terprovokasi yang bisa menyebabkan anarkisme.
"Presiden jelas sangat menghormati semua kritik tapi demo itu sah kalau ada sesuatu yang kira-kira harus disampaikan melalui demonstrasi monggo tapi jangan sampai kemudian merusak fasilitas umum kemudian jangan terprovokasi untuk melakukan anarkisme dan segala macam jadi harus tetap dingin dan polisi juga harus tetap humanis," tambahnya.
Dahnil yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala BP Haji itu mengaku sangat menyayangkan tindak kekerasan baik yang dilakukan oleh polisi, aparat maupun yang dilakukan oleh para pengunjukrasa sendiri.
"Demonstrasi itu bisa jadi cara yang elegan menyampaikan aspirasi dengan cara-cara kreativitas. Bisa melalui poster, bisa melalui daya tarik tertentu melalui demonstrasi itu bisa dilakukan yang jelas kita tentu tidak menginginkan kekerasan, karena yang rugi pasti seluruh rakyat Indonesia jadi jangan sampai demonstrasi yang tadinya niatnya baik untuk menyampaikan aspirasi, menyampaikan pesan sebagai pressure group jangan sampai kemudian nanti berubah menjadi antipati dari publik," kata Dahnil.
"Maka sampaikan demonstrasi itu sekeras apapun pesan yang disampaikan kita pemerintah harus bisa menerima dan kita harus siap mendengar, kalau itu benar ya harus dirubah dan itu pesan Presiden," imbuhnya.
(afb/afb)