Massa Ojol di Medan Minta 7 Anggota Brimob Pelindas Affan Dihukum Mati

Massa Ojol di Medan Minta 7 Anggota Brimob Pelindas Affan Dihukum Mati

Finta Rahyuni - detikSumut
Jumat, 29 Agu 2025 17:06 WIB
Timbul Siahaan, Ketua Aksi Solidaritas Driver Medan usai aksi di depan markas Brimob Polda Sumut. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Timbul Siahaan, Ketua Aksi Solidaritas Driver Medan usai aksi di depan markas Brimob Polda Sumut. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi ke Mako Brimob Polda Sumut di Jalan Bhayangkara, Kota Medan. Mereka meminta tujuh anggota Brimob yang saat ini diamankan buntut dari kejadian itu, untuk dihukum mati.

"Kami mau setiap progres-nya, setiap hal yang terjadi untuk 7 orang ini harus terbuka kepada umum. Dengan ini juga kami meminta ketika nyawa saudara kami direnggut, kami memohon kepada 7 orang ini juga diberikan hukuman seberat-beratnya, maksimal hukuman mati, itu yang kami minta," kata Timbul Siahaan, Ketua Aksi Solidaritas Driver Medan di depan markas Brimob Polda Sumut, Jumat (29/8/2025).

Timbul menyebut Affan bukan meninggal karena sakit, tetapi nyawanya direnggut oleh kelalaian aparat negara. Dia juga menilai tindakan pengamanan yang dilakukan petugas kepolisian sangat berlebihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sangat prihatin, ketika alat aparat negara itu yang jelas-jelas untuk melindungi rakyatnya dipakai untuk merenggut nyawa saudara kami," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Timbul mengucapkan duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan. Dia meminta pertanggungjawaban pihak kepolisian atas kejadian ini. Timbul meminta kasus ini diusut secara tuntas, termasuk mendalami pelaku-pelaku lain selain tujuh orang tersebut.

"Pertama, kami meminta pertanggungjawaban secara moril dan materil yang sebesar-besarnya dari Bapak Kapolri selaku. Kedua, kami memohon dengan sangat, agar kasus ini diusut secara tuntas dan jangan ditutup-tutupi, jangan sampai ada jiwa korsa atau bela korps menyikap kasus ini," sebutnya.

Selain itu, Timbul juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf secara langsung atas kejadian tersebut. Jika tuntutan mereka tidak diindahkan, para ojol mengancam akan kembali melakukan aksi.

"Ketiga, kami mau pernyataan maaf secara terbuka dari Kapolri khususnya Komandan Mako Brimob pusat untuk menyatakan pernyataan maaf secara terbuka baik itu di media sosial atau televisi. Jika, ketiga tuntutan kami ini tidak dapat dipenuhi, yakinlah kami turun ke jalan dengan kekuatan yang lebih besar sampai kami merasa kasus ini sudah diperlakukan dengan adil dan beradab," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, massa ojol menggelar demonstrasi di depan Brimob Polda Sumut. Massa yang awalnya berjumlah puluhan terus bertambah menjadi ratusan.

Jalan yang berada di depan Brimob Polda Sumut juga ditutup karena massa memadati hingga ke jalan. Arus lalu lintas pun dialihkan.

Massa aksi tiba di lokasi sekira pukul 14.40 WIB. Mereka menyampaikan tuntutan dan aspirasi mereka terkait kejadian yang menimpa Affan.

Selang beberapa waktu, massa ditemui oleh Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Rantau Isnur. Massa meminta Rantau untuk menyampaikan aspirasi itu ke Mabes Polri.

Rantau pun berjanji akan menyampaikan tuntutan massa aksi itu. Lalu, sekira pukul 15.50 WIB, massa mulai membubarkan diri. Kini arus lalu lintas di depan Brimob Polda Sumut juga sudah kembali normal.

Untuk diketahui, mobil rantis Brimob melindas Affan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8) malam. Rantis Brimob itu awalnya menabrak Affan.

Mobil sempat berhenti sejenak, lalu melaju lagi sambil melindas Affan yang sudah tergeletak di jalan. Jenazah Affan telah dimakamkan.

Massa dari pengemudi ojol dan warga juga menggelar demonstrasi di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat (Jakpus). Massa yang mengamuk membakar pos polisi (pospol) di kolong flyover Senen.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan berjanji mengusut kasus secara transparan. Ada tujuh anggota Brimob yang diamankan buntut peristiwa tersebut.




(dhm/dhm)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads