Menag Copot Prof Syahrin dari Jabatan Rektor UINSU

Menag Copot Prof Syahrin dari Jabatan Rektor UINSU

Nizar Aldi - detikSumut
Rabu, 05 Okt 2022 18:39 WIB
Rektor UINSU, Syahrin Harahap (istimewa/instagram resmi UINSU)
Prof Syahrin Harahap (Foto: Istimewa)
Medan -

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas resmi mencopot Prof Syahrin Harahap dari jabatan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Syahrin dicopot setelah 14 hari masa sanggah yang diberikan usai dijatuhi hukuman disiplin.

Humas UINSU, Yuni Salma membenarkan pencopotan rektor UINSU tersebut. Dia mengatakan pencopotan tersebut dilakukan pada Selasa (4/10) kemarin.

"Sudah (ada pengganti rektor), (pertanggal) 4 Oktober 2022," kata Yuni Salma saat dikonfirmasi detikSumut, Rabu (5/10/2022).


Syahrin sebenarnya mempunyai waktu sanggah selama 14 hari sejak Kementerian Agama memberikan hukuman disiplin tersebut. Ketika ditanya apakah Syahrin melakukan upaya pembelaan diri di masa sanggah tersebut, Yuni mengaku tidak mengetahuinya.

"Ada diberikan masa sanggah 14 hari, namun saya kurang mengetahui tentang kelanjutannya," ujarnya.

Ketika ditanya soal penyebab Syahrin dijatuhkan hukuman disiplin, Yuni Salma juga mengaku tidak tahu akan hal itu. Untuk itu dia meminta maaf.

"Saya tidak mengetahuinya, mohon maaf," tuturnya.

Sosok pengganti Syahrin sebagai rektor adalah Abu Rokhmad. Profesor tersebut akan menjadi pelaksana tugas rektor UINSU. "Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag," ungkapnya.

Yuni menyebutkan, Abu Rokhmad merupakan guru besar dari UIN Wali Songo Semarang. Sebelumnya merupakan staf ahli menteri agama bidang hukum dan HAM.

"Beliau Guru Besar dari UIN Wali Songo Semarang dan sebelumnya menjabat sebagai staf ahli Menteri Agama bidang Hukum dan HAM," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Menag Yaqut Cholil Qoumas memberikan hukuman disiplin (hukdis) ke Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Syahrin Harahap. Akibat hukuman itu, Syahrin terancam dicopot dari jabatannya.

Jubir Kemenag Anna Hasbie, menjelaskan hukuman disiplin yang diberikan ke Syahrin berupa penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan.

"Hukdis yang diberikan berupa penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS dan didasarkan hasil sidang Dewan Pertimbangan Kepegawaian tingkat 1, sesuai dengan Peraturan Menteri Agama No 14 tahun 2021 tentang Dewan Pertimbangan Kepegawaian," kata Anna dikutip melalui laman resmi Kementerian Agama Sabtu (24/9/2022).

Anna menyebutkan, surat keputusan tentang hukuman tersebut sudah diserahkan kepada Syahrin pada tanggal 21 September 2022 yang lalu. Berdasarkan PP No. 79 tahun 2021, Syahrin masih mempunyai kesempatan untuk membela diri secara administratif selama 14 hari, jika tidak, hukuman disiplin tersebut akan berlaku satu hari setelahnya.

"Ada waktu 14 hari bagi Syahrin Harahap untuk menyampaikan upaya administratif, jika Pak Syahrin tidak ajukan upaya administratif dalam rentang waktu yang telah ditentukan, atau mengajukan namun ditolak, maka hukdis yang dijatuhkan berlaku efektif pada hari ke-15," sebutnya.



Simak Video "Sakit Hati Dibilang Pengangguran, Pria di Medan Tusuk Keponakan"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)