Sumatera Barat

Pidato di HUT Sumbar, JK: Orang Minang Maju dari Cara Berpikir

Jeka Kampai - detikSumut
Sabtu, 01 Okt 2022 15:45 WIB
JK berpidati di HUT ke-77 Sumbar.
JK berpidati di HUT ke-77 Sumbar. (Foto: Jeka Kampai/detikSumut)
Padang -

Wakil Presiden RI periode 2004-2009 dan 2014-2019, Jusuf Kalla (JK) menyebut, kemajuan Sumatera Barat sangat ditentukan oleh sumber daya manusia dan cara berpikir masyarakatnya. Cara berpikir masyarakat Minang ini sudah menjadi contoh bagi masyarakat luar. Selain itu, menurut Kalla, kemajuan Sumatera Barat dimulai dari pendidikan.

"Doktor Muhammad Djamil sudah dokter tahun 1921. Orang Bugis, orang Makassar, baru Sarjana pertama tahun 1949. Jadi orang Bugis ketinggalan 30 tahun dalam hal pendidikan dibanding orang Minang. Tapi yang paling terlambat adalah orang Betawi. Orang Betawi tercatat baru sarjana pada tahun 1956," kata JK saat berpidato dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Sumbar dalam Rangka Hari Jadi ke-77 Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (1/10/2022).

Nama Muhammad Djamil yang disebut JK adalah tokoh perintis kesehatan masyarakat asal Sumatera Barat. Ia pernah menjabat sebagai residen Sumatera Barat.

Di bidang kedokteran, M. Djamil merupakan orang Indonesia pertama yang memperoleh dua gelar doktor. Gelar doktornya yang pertama dengan titel Doctor Medicinae Interne Ziekten diperolehnya di Universitas Utrecht, Belanda pada 31 Mei 1932. Sedangkan titel doktornya yang kedua:Doctor of Public Health (DPH), diperolehnya dari Universitas Johns Hopkins, Baltimore, Maryland, Amerika Serikat pada 12 Juni 1934.

Nama Muhammad Djamil kini diabadikan menjadi nama rumah sakit terbesar di Sumatera Barat, yakni RSUP Dr. Muhammad Djamil Padang.

Menurut putra asli Bugis itu, selain pendidikan, hal lain yang membuat kemajuan masyarakat Minang adalah sistem Matriakat, dimana otoritas menurun dari garis perempuan atau ibu.

"Matriakat menyebabkan laki-laki Minang banyak yang merantau, karena perbedaan kekuasaan di rumah. Merantau ini yang kemudian menyebabkan banyak upaya untuk survive. Sifat Merantau memaksa orang harus survive," katanya.

"Nah, bagaimana supaya survive. Salah satunya dengan berdagang, sehingga tidak heran kalau kita melihat orang Minang bisa menguasai pasar-pasar di Indonesia," tambah JK.

JK yang merupakan Sumando Minang (lelaki yang beristrikan orang Minang) itu mengatakan, modal utama orang Minang adalah SDM. Hal ini berbeda dengan provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi yang kaya dengan Sumber Daya Alam.

"Orang Minang punya sumberdaya manusia. Beda dengan Riau dan Jambi yang kaya dengan sumber daya alam. Orang Minang selalu memakai otak, bukan otot. Itulah kemajuan orang Minang dimanapun. Dalam suatu kesempatan, Bung Karno pernah berkata, 'Berpikirlah seperti orang Minang, Bekerjalah Seperti Orang Jawa dan Berbicara Seperti Orang Batak'. Jadi memang sejak awal orang berpikir dengan patokan orang Minang," sebut dia.

Sidang Paripurna Istimewa pada peringatan HUT Provinsi Sumbar dipimpin oleh Ketua DPRD Sumbar, Supardi dihadiri Gubernur Sumbar, Mahyeldi dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy serta sejumlah anggota DPR-RI dan DPD-RI asal Sumatera Barat, para mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar serta tokoh Minang lainnya.

Selain Jusuf Kalla, DPRD juga menghadirkan sejawaran Asvi Warman Adam yang saat ini menjadi peneliti senior di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).


Ketua DPRD Sumbar, Supardi menjelaskan, penetapan 1 Oktober 1945 sebagai hari jadi bertepatan dengan dibentuknya Keresidenan Sumatera Barat. Dahulu, keresidenan dibentuk bersamaan dengan pengambilalihan pemerintahan dari tangan penjajahan Jepang.

"Momentum menetapkan tanggal 1 Oktober 1945 sebagai titik tolak Hari Jadi Sumbar adalah rapat KNID-SB yang memutuskan untuk membentuk kembali Keresidenan Sumbar dan sekaligus pengambilalihan kekuasaan Keresidenan dari tentara pendudukan Jepang oleh pemuda-pemudi yang dimotori oleh M Syafei, Dr M Djamil, dan Rasuna Said," jelas Supardi.

Penetapan tanggal hari lahir ini telah melalui pertimbangan mendalam serta memperhatikan nilai-nilai dan heroisme yang terkandung di dalamnya serta dukungan data-data autentik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam catatan detikSumut,meski sudah berusia 77 tahun, peringatan baru dilakukan empat kali. Hari jadi Provinsi Sumatera Barat baru dimulai tahun 2019, sejalan dengan keluarnya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019.

Selain paripurna Istimewa, DPRD Sumbar juga menggelar kuliner rakyat, yang akan menyajikan berbagai makanan khas Minang, dengan tatanan sederhana.



Simak Video "JK Terjunkan 200 Personel PMI Bantu Korban Gempa Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)