Ketua DPRD Jambi Minta Pendataan Regsosek Dilakukan Secara Profesional

Jambi

Ketua DPRD Jambi Minta Pendataan Regsosek Dilakukan Secara Profesional

Ferdi Alumunanda - detikSumut
Rabu, 28 Sep 2022 11:00 WIB
Ketua DPRD Provinsi Jambi buka pelatihan petugas data Regsosek 2022
Foto: Dok. Istimewa
Jambi -

Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto membuka pelatihan petugas pendataan awal registrasi sosial ekonomi atau Regsosek 2022. Pelatihan itu dilakukan demi meningkatkan sasaran program pemerintah.

"Saya minta bapak ibu dalam melakukan pendataan benar-benar menjaga integritas, profesionalitas dan menjaga amanah yang telah diberikan," kata Edi Purwanto, Rabu (28/9/2022).

Pembukaan pelatihan petugas pendataan awal Regsosek 2022 ini dilakukan pada Selasa (27/9) di salah satu gedung hotel di Kota Jambi. Hadir dalam kegiatan itu Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo dan Kepala BPS Kota Jambi, Ahmad Fauzie.


Edi yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jambi juga menyampaikan bahwa data yang dihasilkan Regsosek sangat penting untuk meningkatkan ketepatan sasaran program-program dari pemerintah. Program yang disebut Edi itu seperti program perlindungan sosial, program pemberdayaan ekonomi, penyediaan kebutuhan infrastruktur dasar, serta pemerataan akses pendidikan dan kesehatan.

"Data-data ini sangat penting, kepada para petugas agar menjalankan tugas pendataan dengan benar karena akan menghadapi masyarakat dengan berbagai karakter dan latar belakang. Jangan sampai isi data sendiri, bagai tembak di atas kuda, karena alasan capek katanya, jangan ya, berdosa kita," pesan Edi

Edi menambahkan bahwa selain integritas dan profesionalitas petugas pendataan. Kualitas data juga akan semakin terjaga jika diketahui tidak hanya oleh Kepala Desa/Lurah, tapi juga oleh BPD, Babinkamtibmas dan Babinsa.

Edi juga menjelaskan jika Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi) ini adalah pendataan seluruh penduduk yang dilaksanakan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) untuk mencakup profil dan kondisi sosial ekonomi yang sangat beragam.

"Tidak hanya itu petugas pendataan ini juga mendata kondisi demografi, perumahan, keadaaan disabilitas, kepemilikan aset, hingga informasi geospasial. Saat ini saja untuk pendataan di Kota Jambi melibatkan sebanyak 856 orang petugas," sebut Edi.



Simak Video "Sandiaga Ingin Produk Batik Banyuwangi Miliki Daya Saing"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ega)