Imam Ngaku Berdosa Setelah Loloskan Sudrajad Dimyati Jadi Hakim Agung

Imam Ngaku Berdosa Setelah Loloskan Sudrajad Dimyati Jadi Hakim Agung

Tim detikNews - detikSumut
Minggu, 25 Sep 2022 17:20 WIB
Sudrajad Dimyati, Sudrajat Dimyati
Foto: Ari Saputra
Medan -

Salah satu penyeleksi yang meloloskan Sudrajad Dimyati menjadi hakim agung, Imam Anshori Saleh merasa berdosa atas hasil dari penyeleksiannya itu. Hal itu karena Sudrajad kini ditangkap terkait kasus suap.

"Ada perasaan berdosa ikut merekrut hakim agung yang ternyata bermasalah," kata Imam Anshori Saleh dilansir dari detikNews, Minggu (25/9/2022).

Saat itu Imam bertugas menelusuri rekam jejak Sudrajad Dimyati pada 2014. Peran itu didapat Imam karena dirinya menjadi anggota Komisi Yudisial.


"Saya pernah dua kali terlibat urusannya. Pertama saat saya sebagai komisioner Komisi Yudisial (KY) mendapat tugas men-track dia sebagai calon hakim agung di rumahnya di Yogyakarta," tutur Imam Anshori Saleh.

Imam menceritakan saat dirinya melakukan tracking rumah Sudrajad Dimyati di Yogyakarta, Imam Anshori Saleh. Saat itu Imam melihat tidak ada yang mencolok.

"Rumah dan hartanya tidak mencolok sebagai hakim tinggi, waktu itu. Rumahnya sederhana, tipe 90-an di kawasan perumahan sederhana. Istrinya setiap hari sibuk dengan urusan simpan pinjam di pasar dekat rumahnya. Tidak ada mobil atau motor mewah. Anak-anaknya juga tertib kuliah dan sekolah. Isi rekeningnya juga wajar, hanya puluhan juta, bukan ratusan juta, apalagi miliaran. Hubungan dengan para tetangga dekat juga harmonis," tutur Imam Anshori Saleh.

Karena hal itu, Imam lalu memberikan nilai baik, wajar tanpa pengecualian (WTP), pinjam istilah BPK.

"Maka laporan saya diterima rapat tujuh komisioner. Hasilnya Sudrajat Dimyati bisa lanjut ke DPR. Saya memberikan ucapan selamat," kisah Imam Anshori Saleh.

Di DPR sempat heboh isu 'lobi toilet' antara Sudrajad Dimyati dan anggota DPR. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya isu itu tidak terbukti.

Namun Imam Anshori Saleh dimintai keterangan oleh Majelis Kehormatan Dewan (MKD) karena membuka ada praktik suap di DPR untuk meloloskan hakim agung.

"Itulah sepenggal kisah terkait persentuhan saya dengan Sudrajat Dimyati mulai dari calon hakim agung sampai dia jadi tahanan KPK hari ini," kata Imam Anshori Saleh menceritakan.

Sebagai informasi, kasus dugaan suap yang menjerat Sudrajad Dimyati sebagai tersangka ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Jakarta dan Semarang sejak Rabu (21/9). Setelah melakukan gelar perkara, KPK menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka, termasuk Sudrajad Dimyati.

Simak juga video 'Demi Cegah Terjadinya Suap, KPK Minta MA Rutin Rotasi Pegawai':

[Gambas:Video 20detik]



(afb/afb)