Pemkab-Kejari OKI Dirikan Rumah Rehabilitas Narkoba Pertama di Sumsel

Sumatera Selatan

Pemkab-Kejari OKI Dirikan Rumah Rehabilitas Narkoba Pertama di Sumsel

Yudistira Perdana Imandiar - detikSumut
Jumat, 16 Sep 2022 16:48 WIB
Pemkab OKI
Foto: Dok. Pemkab OKI
Jakarta -

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel kini memiliki rumah rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika dan zat psikotropika (Napza) pertama di Provinsi Sumatera Selatan. Rumah Rehabilitasi Napza Adhyaksa itu berlokasi di Kawasan wisata Danau Teluk Gelam.

Rumah rehabilitasi yang diresmikan Kamis (15/9) itu tersebut didirikan atas inisiasi Pemerintah Kabupaten dan Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir. Bupati OKI H. Iskandar menuturkan Rumah Rehabilitasi Napza Adhyaksa adalah bentuk dukungan pemerintah dan unsur Kejaksaan OKI terhadap program restorative justice, terutama terhadap penanganan perkara penyalahgunaan narkotika.

"Rumah rehabilitasi ini tentu sebagai bentuk alternatif bagi tempat rehabilitasi sekaligus dukungan pemerintah dan masyarakat Ogan Komering Ilir terhadap program keadilan restoratif jaksa agung ," jelas Iskandar dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (16/9/2022).


Rumah Rehabilitasi Adhyaksa didirikan di atas lahan seluas 200 hektare di Kawasan Teluk Gelam. Kawasan tersebut, kata Iskandar, memiliki fasilitas agrowisata dan infrastruktur yang memadai.

"Saya peruntukan daerah Danau Wisata Teluk Gelam ini sebagai rumah rehabilitasi narkotika untuk anak-anak bangsa kita yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika," kata Iskandar.

Iskandar mengungkapkan rumah rehabilitasi dibuat di bangunan gedung eks hotel kembar Teluk Gelam yang punya dua lantai. Di lantai pertama ada 14 kamar dan lantai atas 12 kamar yang semuanya dibuat untuk ruangan dokter, ruang detoksifikasi, konseling, dan rawat jalan.

"Kita siapkan juga 6 kamar khusus bagi pasien yang baru masuk dan akan dilakukan detoksifikasi yang dilengkapi dengan peralatan pendukungnya," imbuh Iskandar.

Ia berharap rumah rehabilitasi tersebut bermanfaat untuk masyarakat Sumatera Selatan. Ia pun meminta pemerintah Provinsi Sumsel dapat mengintervensi pengembangannya.

"Setidaknya tempat menjadi rujukan bagi kabupaten kota sekitar bisa merujuk korban narkoba kesini," sebut Iskandar.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Sarjono Turin menjabarkan rata-rata pengguna narkoba ini berusia pelajar SMA, perguruan tinggi dan kaum milenial.

"Makanya kita terus berupaya untuk melakukan pencegahan dan sosialisasi tentang bahaya dan pengaruh buruk dari penggunaan narkotika," ungkap Sarjono.

"Saya berikan apresiasi yang sangat luar biasa, ibarat gayung bersambut. Program yang tadi disampaikan oleh Pak Bupati menyambut apa yang sudah dicanangkan oleh Jaksa Agung," tutur Sarjono.

Ia menekankan dukungan berbagai pihak untuk menangani masalah penyalahgunaan narkotika, kata Sarjono, sangat dibutuhkan melihat kondisi lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia hampir 75 persen dipenuhi oleh korban penyalahgunaan narkotika.

"Hampir keliling selama saya menjabat sebagai kepala kejaksaan negeri bahwa di beberapa wilayah overload (melebihi kapasitas) dan didominasi oleh korban narkotika baik di level pengguna, pengedar ataupun pembuat," papar Sarjono.

Ia berharap setelah diresmikan, Rumah Rehabilitasi Adhyaksa dapat difungsikan sesuai dengan tujuan untuk memulihkan pasien pengguna narkoba.

"Jadi keluar dari sini kembali menjadi manusia seutuhnya," ucap Sarjono.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru mengapresiasi langkah pemkab OKI bersama Kejari OKI yang menyambut program Jaksa Agung. Menurutnya program seperti ini patut ditiru oleh Kabupaten Kota lain di Sumatera Selatan.

"Tetapi ini tentunya bekerjasama juga dengan masyarakat yang terkena narkotika melalui kepolisian atau BNN pastinya," kata Herman.

"Insyaallah juga menjadi trendsetter (penggerak) di Indonesia. Khususnya di Sumatera Selatan, agar setidaknya di Sumsel ini ada beberapa zona rumah rehabilitasi," lanjutnya.

(akn/ega)