BPOM Medan Sosialisasi Aturan Label BPA di Air Kemasan Polikarbonat

Ahmad Arfah - detikSumut
Selasa, 13 Sep 2022 19:04 WIB
BPOM Medan
Foto: BPOM Medan
Medan -

Balai Besar POM di Medan menggelar sosialisasi aturan pelabelan Bisfenol A (BPA) kepada masyarakat di Medan. Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk sarasehan.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Senin (13/9/2022) ini sebagai bentuk upaya perlindungan kesehatan masyarakat melalui regulasi pelabelan BPA pada air minum kemasan. Regulasi ini sesuai dengan peraturan BPOM nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang kini telah direvisi.

Dijelaskan jika persyaratan batas migrasi BLA pada kemasan plastik polikarbonat (PC) di Indonesia telah ditetapkan dalam Peraturan BPOM nomor 2 tahun 2019 tentang kemasan pangan, yaitu sebesar 0,6 bpj (bagian per juta).


BPOM sendiri sudah melakukan pengawasan kemasan galon di sarana produksi maupun peredaran tahun 2021-2022 dengan hasil ditemukan sebanyak 3,4 persen sampel tidak memenuhi syarat batas maksimal migrasi BPA.

"Hasil uji migrasi BPA yang mengkhawatirkan (berada pada 0,05 s.d. 0,6 bpj) sebesar 46,97% di sarana distribusi dan peredaran, serta sebanyak 30,91% di sarana produksi. Hasil pengawasan kandungan BPA pada produk AMDK dengan kandungan BPA di atas 0,01 bpj (berisiko terhadap kesehatan) di sarana produksi sebesar 5% sampel dan di sarana peredaran sebesar 8,67%," tutur Kepala Balai Besar POM di Medan, Martin Suhendri.

Pelabelan BPA ini juga untuk mengantisipasi bahaya yang dapat ditumbulkan kepada masyarakat. Dijelaskan jika BPA melebihi batas migrasi dapat menimbulkan efek negatif pada kesehatan.

Beberapa dampak dari BPA yang melebihi batas migrasi seperti gangguan sistem reproduksi bagi pria dan wanita, diabetes dan obesitas, gangguan sistem kardiovaskular, gangguan ginjal, kanker, perkembangan kesehatan mental, autism spectrum disorder (ASD), dan pemicu Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

"Oleh karena itu, BPOM hadir melindungi masyarakat dan melakukan sosialisasi dampak BPA pada kesehatan konsumen dengan pengaturan pelabelan AMDK pada kemasan plastik dan melakukan revisi Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan," sebut Martin.

Soal pengaturan pelabelan BPA ini disebut telah mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, regulasi serta bukti ilmiah di negara lain. Aturan ini juga sudah diberlakukan secara global.

Dalam aturan baru soal BPA ini juga menjelaskan soal kewajiban pelaku usaha untuk mencantumkan tulisan cara penyimpanan pada label air minum dalam kemasan, yaitu 'simpan di tempat bersih dan sejuk, hindarkan dari matahari langsung, dan benda-benda berbau tajam' dan pencantuman label 'Berpotensi Mengandung BPA" pada produk air minum dalam kemasan yang menggunakan kemasan plastik PC, yang biasanya ditandai dengan kode plastik nomor 7.



Simak Video "BPOM Dorong UMKM Sediakan Bahan Baku Herbal Secara Konsisten"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)