Percepat Akses Sanitasi Layak, Gubernur Sumbar Terima Penghargaan HAKLI

Sumatera Barat

Percepat Akses Sanitasi Layak, Gubernur Sumbar Terima Penghargaan HAKLI

Inkana Izatifiqa R Putri - detikSumut
Selasa, 13 Sep 2022 10:39 WIB
Gubernur Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi
Foto: Dok. Pemprov Sumbar
Jakarta -

Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi menerima penghargaan dari Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) atas penyediaan anggaran dalam percepatan akses sanitasi layak/aman di Sumatera Barat.

Mahyeldi menyampaikan penyediaan anggaran tersebut merupakan komitmen pihaknya dalam menekan stunting. Ia berharap penghargaan ini dapat mendorong kinerja jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar dan pihak lainnya.

"Alhamdulillah, kita dinilai berkomitmen dalam hal penyediaan anggaran dalam percepatan akses sanitasi layak/aman. Persoalan sanitasi ini menjadi bahagian yang penting dalam upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menekan angka stunting. Semoga ini menjadi motivasi bagi kita bersama," ujar Mahyeldi dalam keterangan tertulis, Selasa (13/9/2022).


Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua HAKLI Pusat, Arif Sumantri ke Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Lila Yanwar, dalam seminar nasional sekaligus pelantikan pengurus HAKLI Sumbar 2022-2027, di Auditorium Poltekkes Kemenkes Padang, Sabtu (10/9). Dalam kesempatan ini, Mahyeldi juga meminta semua kepala daerah di Sumatera Barat ikut terlibat dalam menurunkan stunting dan melakukan pencegahan stunting.

Sementara itu, Ketua HAKLI Sumbar Miladil Fitra menjelaskan saat ini terdapat beberapa program untuk menekan angka stunting, yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Ia menyampaikan intervensi sensitif memiliki 4 jenis, yaitu penyediaan air minum dan sanitasi, pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan kesadaran pengasuhan dan gizi serta peningkatan akses pangan bergizi.

"Dari program intervensi itu progresnya nampak berjalan dengan baik, terutama untuk indikator stop buang air besar sembarangan (SBABS)," ungkapnya.

Saat ini, Miladil menyebut terdapat 5 kabupaten dan kota di Sumbar yang 100 persen mencapai SBABS. Adapun kelima daerah itu yakni, Kota Padang Panjang, Bukittinggi, Sijunjung, Kota Solok dan Payakumbuh.

Selain itu, ada pula lima kabupaten kota yang SBABS sudah melebihi 90 persen, yakni Kota Padang, Kota Sawahlunto, Pesisir Selatan, Dharmasraya, Kota Pariaman dan Kota Sawahlunto.

"Semoga target kita 90 persen pada 2024 dapat tercapai, karena tinggal 9 kabupaten kota lagi yang harus didorong," katanya..

Sementara itu, Arif Sumantri mengapresiasi atas peran serta pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat hidup sehat dan memberikan pengarahan dalam menghadapi wabah penyakit berbahaya.

"Penghargaan HAKLI selaras dengan komitmen global serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yang telah menjadi bagian dari program HAKLI," pungkasnya.

Diketahui, hadir pada acara tersebut Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Dirjen Nakes Kemenkes, Dirjen P2P Kemenkes, dan bupati serta walikota se-Sumatera Barat. Hadir juga menerima penghargaan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat.

(akn/ega)