Riau

Sosok Tabrani Rab, Penggagas Riau Merdeka yang Dijuluki Presiden

Raja Adil Siregar - detikSumut
Senin, 15 Agu 2022 15:01 WIB
Presiden Riau Merdeka Tabrani Rab.
Tabrani Rab. (Foto: Istimewa)
Pekanbaru -

Prof Tabrani Rab meninggal dunia, tadi malam. Selama hidup, dia dijuluki 'Presiden Riau Merdeka'. Orang-orang memiliki alasan tersendiri predikat itu dilengketkan pada Tabrani.

Dikutip dari berbagai sumber, Tabrani Rab merupakan tokoh kontroversial asal Riau. Tabrani dikenal setelah mendeklarasikan tuntutan 'Riau Merdeka' pada 15 Maret 1999 lalu.

Kisah perjuangan Tabrani salah satunya diceritakan rekan seperjuangannya, Edy Ahmad RM. Pria yang akrab disapa Edy RM itu turut mengenang Tabrani Rab sebagai pejuang sejati.


"Tabrani itu pejuang sejati. Dia memiliki perhatian tinggi terhadap masyarakat Riau, terutama masyarakat menengah ke bawah sampai akhir hayat," kata Edy RM.

Edy RM menilai deklarasi itu karena tokoh-tokoh yang terlibat menilai ada yang tidak adil dari pemerintah pusat. Sebab, saat itu Riau adalah penghasil Migas terbesar dan penyumbang APBD utama.

"Deklarasi itu bentuk protes masyarakat Riau terhadap ketidakadilan negeri ini. Kita penyumbang terbesar migas untuk APBD, tapi apa yang didapat Riau tidak sebanding," katanya.

Dalam perjuangannya, Tabrani disebut tak pernah berniat memisahkan diri dengan Indonesia. Perjuangan saat itu adalah demi kemakmuran masyarakat Riau.

"Itu hanya bentuk protes terhadap ketidakadilan. Bukan mau memisahkan diri, itu sampai sebagian dapat jatah dari produksi migas. Itu salah satu bentuk perjuangan kita sama beliau. Bahkan selama sakit, sampai akhir hayat beliau tetap berjuang," kata Penyair Riau yang juga dijuluki Presiden Pelacur karena sajaknya selalu menyanjung pelacur ketimbang pejabat korup.

Edy RM menilai deklarasi rencana bakal digelar di Jalan Ahmad Yani pada Maret 1999 lalu. Namun rencana itu berubah hingga deklarasi akhirnya digelar di rumah Tabrani Rab di Jalan Pattimura Pekanbaru.

"Saya ingat awal-awal deklarasi itu dari kami itu tahun 1999 di Ahmad Yani. Lalu berubah ke rumah dia di Jalan Pattimura," kata Edy RM.

Jejak Perjuangan dalam Buku Tabrani Rab

Ada dua buku yang ditulis Tabrani Rab dan diterbitkan oleh Riau Cultural Institute. Buku pertama berjudul, "Menuju Riau Berdaulat" setebal 266 halaman.

Selanjutnya buku berjudul "Tabrani Dalam Bingkai Riau Merdeka" yang memiliki tebal 150 halaman. Bahkan tuntutan itu kembali diperingati pada 2006 lalu.

Pada saat itu Tabrani didampingi mantan aktivis mahasiswa asal Unri, Darul Huda, kembali membacakan deklarasi Riau Merdeka. Berikut ini petikannya seperti dikutip dari detikNews, 15 Maret 2006 lalu:

Sudah lebih setengah abad kami menggantungkan hidup pada republik ini. Selama itu pula minyak kami dijarah. Tak setitik pun menetes di tanah kami.

Sungai dan tanah kami tak lagi memberi hidup karena polusi. Sudah lebih seperempat abad tanah kami dijarah sebagai konspirasi pusat dan konglomerat.

Maka hari ini, kami putuskan untuk menentukan nasib kami sendiri. Kami telah mulai menukilkan sejarah kami dalam lembaran yang baru akan hak-hak kami, indentitas dan tradisi kami dengan jalan damai.

We are beginning to think, we are writing the new chapter of history, to demmand our right, take on our duties, and defend our identity and our tradition, with peace. Pekanbau 15 Maret 1999.

Tabrani Rab Wafat Setelah Dirawat Akibat Stroke

Suasana di rumah duka, tempat Tabrani Rab disemayamkan.Suasana di rumah duka, tempat Tabrani Rab disemayamkan. (Foto: Raja Adil Siregar/detikSumut)

Tabrani Rab meninggal dunia di RS Awal Bros Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru pada Minggu (14/8) malam. Pria yang dikenal sebagai 'Presiden Riau Merdeka' itu meninggal setelah dirawat karena stroke yang dideritanya.

Terlihat suasana haru menyelimuti rumah duka dan Gedung Convention Hall tempat Prof Tabrani Rab disemayamkan siang ini. Tabrani meninggal setelah menderita sakit stroke menahun dan sesak napas.

"Sakit stroke yang sudah menahun. Tapi akhir-akhir ini sesak napas, itu keterangan dari anak-anak Almarhum," ujar Humas RS Tabrani, Ian Machyar kepada detikSumut, Senin (15/8/2022).



Simak Video "Warga di Pekanbaru Cekcok Gegara Gangguan Suara Toa Masjid"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/dpw)