Berita Nasional

Komnas HAM Ragu Brigadir J Lecehkan Istri Irjen Ferdy: Tak Ada Saksi

Tim detikNews - detikSumut
Jumat, 05 Agu 2022 17:51 WIB
Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil bersama Ketua Komnas HAM memperingati Hari HAM Sedunia. Sejumlah tokoh lain turut memeriahkan hari peringatan itu.
Ahmad Taufan Damanik (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat disebut melakukan pelecehan seksual kepada Putri Candrawati, istri Irjen Ferdy Sambo. Komnas HAM ragu akan hal tersebut, karena tidak ada saksi yang menyaksikan peristiwa terjadinya pelecehan itu.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan tak ada saksi melihat dugaan pelecehan seksual dari Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat terhadap istri Irjen Ferdy Sambo. Dia mengatakan dugaan pelecehan belum diyakini.

"Jadi saksi yang menyaksikan penodongan itu tidak ada, makanya kami juga belum bisa meyakini apakah terjadi pelecehan seksual atau tidak," kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik dikutip dari detikNews, Jumat (5/8/2022).


Karena tidak ada saksi yang menyaksikan peristiwa itu, Taufan belum bisa memastikan peristiwa itu benar terjadi atau tidak. Kemudian ia berharap tak ada penghakiman lebih awal terhadap para pihak diduga terlibat kasus ini.

"Nah, itu soal kekerasan seksual atau dugaan pelecehan seksual. Semua belum bisa memastikan apakah itu terjadi atau tidak. Makanya saya bilang jangan disebarkan apa pun dulu, judgement-nya, kalau menduga oke," ujarnya.

Namun, dia mengatakan, istri Ferdy Sambo tetap diperlakukan sebagai korban dugaan pelecehan seksual. Dia mengatakan hal itu merupakan amanah dari UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

"Meski kita belum bisa mengatakan itu benar atau tidak, dia tetap harus diperlakukan sebagaimana layaknya seorang korban," urainya.
Lebih jauh Taufan mengusulkan penyidik mendatangkan tim psikologi independen untuk menguji kondisi istri Ferdy Sambo. Dia mengatakan hal itu bisa dilakukan karena sudah tiga minggu.

"Kita bisa mengusulkan, tadi malam saya katakan, sebetulnya penyidik sudah bisa mendatangkan tim psikologi independen untuk menguji ulang apa benar dia mengalami PTSD, post traumatic stress disorder, itu. Apa benar dia alami itu karena sudah tiga minggu," jelasnya.

"Kalau benar ya harus dihormati hak-haknya. Tetapi kalau ternyata tidak, ya maka bisa dimulai pemeriksaan terhadap dirinya termasuk dipanggil oleh Komnas HAM untuk mengetahui ada tidaknya pelanggaran hak asasi, kekerasan seksual itu," sambung Taufan.

Brigadir J Tewas Ditembak Bharada E. Baca Halaman Berikutnya:



Simak Video "Sanksi Pemecatan dan Pidana untuk Polisi Terlibat Skenario Ferdy Sambo"
[Gambas:Video 20detik]