Makna di Balik Kata 'Slebew' yang Dipopulerkan Jeje SCBD

detikJabar - detikSumut
Rabu, 03 Agu 2022 10:40 WIB
Jeje
Jeje 'Slebew' (Foto: Instagram @911jelicascalling)
Medan -

Jasmin Lacita atau Jeje sukses mempopulerkan kata slebew. Jeje kerap mengucapkan kata slebew saat sedang diwawancarai ketika sedang nongkrong di komunitas SCBD (Sudirman, Citayam, Bonjong dan Depok) yang sekarang populer dengan istilah Citayam Fashion Week.

Di salah satu video, Jeje sedang merangkul leher Roy kekasihnya. Ia mengatakan pelukannya itu tak boleh dilepaskan oleh Roy. Pewawancara pun menanyakan, bagaimana rasanya.

"Slebew," jawab Jeje.


Bukan sekali dua kali Jeje menyebutkan "slebew" dalam setiap kontennya.

Kemudian tanpa mengetahui arti atau makna kata slebew, banyak orang yang kemudian ikut-ikutan menyebutkannya. Ditelusuri di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maupun kamus Bahasa Inggris, kata slebew tidak ditemukan artinya. Di Google Translate, kata slebew terdeteksi sebagai kata yang mengandung arti tidur nyenyak.

Namun dalam penelusuran lebih jauh banyak yang menyebut jika slebew memiliki arti yang kurang pantas karena terkait dengan konten pornografi atau seks.

Bahkan kata slebew termasuk yang diblokir Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) saat memblokir ratusan situs video dewasa. Arti slebew diduga merupakan plesetan untuk kata yang berbau mesum dan porno. Bahkan tak jarang ada juga yang mengartikan kata sleebew sebagai hubungan sex.

Kata slebew juga masuk dalam ulasan situs FP Darkside of Dimension dalam kategori hal-hal berbau pornografi agar tidak terdengar menjijikkan.

Pakar anak, Seto Mulyadi pun mengomentari soal kata slebew ini. Menurutnya, kata slebew yang menjadi viral tidak cocok untuk digunakan dalam batas usia anak-anak.

"Bahasa anak muda atau bahasa remaja seperti itu kan tidak cocok untuk anak-anak. Contohnya begini di Surabaya, ada kata-kata jancok lalu di Citayam itu ada kata (slebew) seperti itu. Tapi kan untuk konteks remaja itu sebagai bahasa pergaulan," kata Seto Mulyadi seperti dikutip dari detikJabar Rabu (3/8/2022).

"Jadi kalau dipakai anak-anak dan didengar ayah ibunya kok anak kecil udah bicara begitu, sikap orang tua harusnya mengingatkan bahwa bahasa itu tidak diperbolehkan dan diberi pengertiannya," sambungnya.



Simak Video "Sembari Tahan Tangis, Jeje Slebew Minta Maaf Soal Video Marah-Marah"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)