Lampung

Salut, Kepsek di Lampung Jual Bendera Bantu Balita Penderita Tumor

Tommy Saputra - detikSumut
Rabu, 27 Jul 2022 11:30 WIB
Tri Wahyuningsih, kepsek yang berjualan bendera untuk membantu balita penderita tumor.
Tri Wahyuningsih, kepsek yang berjualan bendera untuk membantu balita penderita tumor. (Foto: Tommy Saputra/detikSumut)
Lampung Utara -

Seorang kepala sekolah di Lampung Utara rela berjualan bendera setiap pulang sekolah untuk membantu balita penderita tumor. Dia bahkan berjualan saat masih mengenakan pakaian dinasnya.

Dia adalah Tri Wahyuningsih, Kepala Sekolah SD Skipi di Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara. Setiap hari, setelah pulang sekolah, bukannya pulang ke rumah, dia malah berjualan bendera di jalanan.

Dalam beberapa hari terakhir, dia kerap 'mangkal' di Jalan Sudirman di kota itu. Setiap orang yang lewat di sekitar lampu merah di sana, selalu ditawari bendera Merah Putih.


Dia berjualan di sana usai melaksanakan kewajibannya sebagai pendidik dan kepala sekolah. Tiap hari, Tri bergantian dengan kakaknya untuk berjualan. Kakaknya berjualan pagi sampai siang, Tri melanjutkannya sepulang sekolah sampai sore.

Tri berjualan bukan untuk dirinya atau karena dia kekurangan uang. Gaji dari dia menjadi kepala sekolah sudah cukup untuknya.

Dia berjualan di sana dengan alasan mulia; membantu balita penderita tumor. Ahtar Wikra Saputra nama balita berusia tiga tahun itu.

"Ahtar anak yang riang. Tetapi ekonomi keluarganya jauh dari kata layak," kata Tri saat dijumpai detikSumut, Rabu (27/7/2022).

Tri Wahyuningsih, kepsek yang berjualan bendera untuk membantu balita penderita tumor.Tri Wahyuningsih, kepsek yang berjualan bendera untuk membantu balita penderita tumor. (Foto: Tommy Saputra/detikSumut)

Anak riang itu sedang sakit. Dia menderita tumor cukup parah di mata kanannya.

Sementara ekonomi keluarga Ahtar tak sanggup untuk membiayai pengobatan. Ibunya hanyalah seorang janda yang tak memiliki pekerjaan cepat. Jangankan untuk biaya pengobatan, untuk mencukupi kebututuhan sehari-hari saja kadang tak cukup.

"Maka demi meringankan bebannya saya berinisiatif untuk berjualan ini," kata Tri.

Tri sadar bahwa biaya pengobatan penyakit tumor tidaklah murah. Namun dengan adanya gerakan ini, dia berharap banyak pihak terbuka hatinya untuk membantu sesama.

Dia sengaja memilih berjualan bendera karena saat ini banyak warga yang mencari bendera menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang. Bendera berbagai ukuran, umbul-umbul dan pernak-pernik lainnya dijualnya.

Kawasan itu memang kerap dijadikan pedagang musiman untuk berjualan bendera. Setiap kali menjelang 17 Agustus, banyak pedagang bendera menggelar lapak di kawasan itu.

"Paling tidak, hasil dagangan ini sedikit meringankan beban keluarga Ahtar. Demi apa pun saya di sini murni ikhlas membantu," katanya.

Sebelumnya, proses pengobatan Ahtar sempat terkendala karena keluarganya menunggak iuran BPJS Kesehatan. Beruntung ada seorang dermawan yang mau melunasinya.

Tri sangat berharap uluran tangan dari orang-orang baik untuk membantu Ahtar. Dia berharap, anak riang itu segera mendapat pengobatan yang layak dan lekas sembuh.

Bagi yang ingin membantu, cukup dengan membeli bendera yang dijualnya di kawasan itu. Hasil penjualan itu semuanya akan diberikan kepada keluarga Ahtar. Atau bisa juga dengan mendatangi rumah keluarga Ahtar di Desa Skipi.



Simak Video "Tak Berputus Asa, di Usia Tua Mbah Pasiah Jual Sayur Demi Nafkahi Keluarga"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)