Sumatera Barat

Pabrik Indarung I-PLTA Rasak Bungo Bersiap Menjadi Warisan Dunia

Tim detikSumut - detikSumut
Jumat, 08 Jul 2022 19:14 WIB
Pabrik Indarung I merupakan pabrik semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, berdiri sejak 18 Maret 1910. Dok Semen Padang
Foto: Pabrik Indarung I merupakan pabrik semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, berdiri sejak 18 Maret 1910. Dok Semen Padang
Padang -

Pabrik Indarung I PT Semen Padang bersiap untuk diusulkan menjadi salah satu Warisan Dunia yang diakui oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Dalam rangka persiapan tersebut, seorang ahli teknik mesin dari Jerman, Albert Gieseler, melakukan kunjungan ke Pabrik Indarung I PT Semen Padang pada Jumat (8/7/2022).

Dalam kunjungan itu, Albert didampingi oleh pihak terkait dengan pelestarian cagar budaya, di antaranya, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar Syaifullah, Kepala Bidang Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Sawahlunto Rahmat Gino Sea Gamas, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Sawahlunto Adrial, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, perwakilan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbar, dan dari Indarung Herritage Society.


Rombongan disambut langsung oleh pihak PT Semen Padang yang diwakili Direktur Operasi, Indrieffouny Indra, Komisaris, Khairul Jasmi, Kepala Departemen Tambang & Pengelolaan Bahan Baku, Sumarsono, Kepala Unit Humas & Kesekretariatan, Nur Anita Rahmawati, Kepala Unit WHRPG & Utilitas, Erick Reza Alandri, Kepala Unit Sarana Umum, Deni Zen, dan staf lainnya.

lbert Gieseler, melakukan kunjungan ke Pabrik Indarung I PT Semen Padang pada Jumat (8/7/2022). Dokumen PT Semen PadangAlbert Gieseler, melakukan kunjungan ke Pabrik Indarung I PT Semen Padang pada Jumat (8/7/2022). Dokumen PT Semen Padang

Direktur Operasi PT Semen Padang Indrieffouny Indra kepada rombongan menjelaskan, Pabrik Indarung I merupakan pabrik semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, berdiri sejak 18 Maret 1910.

"Pabrik berusia 112 tahun itu tidak lagi dioperasikan sejak tahun 1999 karena masih menggunakan teknologi lama, yakni proses basah, dalam pengolahan bahan bakunya," kata Indrieffouny.

Ia menyebut, selain Indarung I PT Semen Padang juga memiliki PLTA Rasak Bungo yang dibangun pada 1908. Sumber tenaga listrik ini digunakan untuk mengoperasikan pabrik Indarung I, dengan memanfaatkan air Sungai Lubuk Paraku.

Sedangkan bahan bakar pabrik menggunakan batu bara Ombilin yang didatangkan dengan kereta api dari Sawahlunto ke Bukit Putus, dekat Telukbayur.

Komisaris PT Semen Padang Khairul Jasmi mengatakan, ada empat pelopor modernisasi dan industrialisasi di Minangkabau, yakni jalur kereta api, tambang batu bara Ombilin-Sawahlunto (1892), Pabrik Indarung I (1910), dan Pelabuhan Teluk Bayur (Emmahaven, dibangun1888-1893).

"Jalur kereta api dan tambang tua batu bara Ombilin-Sawahlunto telah dikukuhkan sebagai World Heritage (warisan dunia) kota tambang tua pada 6 Juli 2019. Sementara Pabrik Indarung I belum," kata Khairul.

PT Semen Padang telah mengurus Indarung I untuk menjadi warisan dunia sebelum pandemi Covid-19 ke Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Ristek RI. Baca selanjutnya...



Simak Video "Erick Thohir Jawab soal Isu Penghapusan Listrik 450 VA"
[Gambas:Video 20detik]