Aceh

Wow! Bahasa Indonesia jadi Petunjuk Arah di Madinah

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 23 Jun 2022 14:20 WIB
Petunjuk arah di Madinah, Arab Saudi berbahasa Indonesia.
Petunjuk arah di Madinah, Arab Saudi berbahasa Indonesia. (Foto: Istimewa)
Banda Aceh -

Calon Jemaah Haji (Calhaj) Indonesia tidak perlu khawatir tidak dapat berbahasa Arab selama berada di Madinah, Arab Saudi. Sebab, pedagang souvenir dan beberapa petunjuk arah di sana menggunakan Bahasa Indonesia termasuk di Masjid Nabawi.

Petugas haji Indonesia asal Aceh di sektor 3 Madinah, Muhammad Nasril mengatakan, papan informasi petunjuk arah di Masjid Nabawi menggunakan tiga bahasa yakni bahasa Arab, Inggris dan Indonesia. Dia mencontohkan, petunjuk arah ke tempat wudhu dan salat wanita.

Di papan petunjuk itu memuat gambar ilustrasi wanita, tanda petunjuk arah serta tulisan 'tempat shalat kaum wanita'. Penggunaan bahasa Indonesia di sana disebut karena jemaah terbanyak yang datang ke masjid tersebut berasal dari Indonesia.


"Kehadiran jemaah Indonesia ternyata mampu menjadi duta dalam mengkampanyekan bahasa Indonesia di Kota Madinah. Mereka layak dikatakan duta karena berhasil menarik para pedagang-pedagang di sekitar Masjid Nabawi untuk belajar bahasa Indonesia," kata Nasril dalam keterangannya, Kamis (23/6/2022).

Nasril mengatakan, Calhaj asal Indonesia berada di Madinah selama delapan hari untuk melaksanakan salat Arbain. Selama di sana, jemaah juga berziarah ke makam Rasulullah Saw, mengunjungi Raudhah, dan berziarah ke sejumlah tempat bersejarah lain seperti Masjid Quba, Jabal Uhud, Maqbarah Baqi, Masjid Qiblatain, dan Museum Hejaz Railway.

Hal menarik lain yang ditemui Nasril di Madinah yakni pedagang souvenir berbahasa Indonesia. Mereka menyapa Calhaj layaknya pedagang di Tanah Air.

Beberapa kosa kata yang kerap diucap pedagang souvenir adalah murah-murah, mari lihat dulu, barang bagus, model baru, ada diskon, dan lihat gratis ambil bayar. Ketika memasuki toko, tawar menawar harga juga menggunakan bahasa Indonesia.

"Meski kita bisa sedikit bahasa Arab, mereka tetap jawab dalam Bahasa Indonesia. Misalnya ini harganya sekian riyal, boleh kurang, harga murah, oh tidak bisa, terima kasih, dan tentu saja nama-nama barang yang mereka jual serta angka-angka dan perhitungan dalam bahasa Indonesia," jelas Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kuta Malaka, Aceh Besar itu.

"Penggunaan bahasa Indonesia oleh pedagang ini tentu punya tujuan untuk memikat pembeli dari Indonesia, meskipun kadang-kadang pengucapan dan arti kata yang diucapkan kerap salah," lanjutnya.

Selain itu, di hotel tempat penginapan jemaah, petugas hotel juga kerap berbahasa Indonesia. Padahal rata-rata pekerja di sana disebut bukan berasal dari Arab tapi negara lain seperti Bangladesh, India dan lainnya.

"Menjadi jemaah haji Indonesia adalah sebuah keistimewaan. Meskipun pelaksanaan rukun dan wajib haji berfokus di Makkah, jemaah Indonesia diberikan kesempatan selama 8 hari untuk menetap di Madinah dan ini termasuk pengunjung paling lama yang menetap di Madinah selama musim haji," sebut Nasril.



Simak Video "446 Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Surabaya Tiba di Asrama Sukolilo"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/dpw)