Gubernur Sumbar Kecam Nasi Padang Babi: Masakan Minang Identik Halal

Gubernur Sumbar Kecam Nasi Padang Babi: Masakan Minang Identik Halal

Dea Duta Aulia - detikSumut
Jumat, 10 Jun 2022 20:12 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi
Foto: dok. Pemprov Sumbar
Jakarta -

Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi dan komunitas masyarakat Minangkabau kecam masakan Nasi Padang Babi yang ada di Jakarta. Menurutnya, masakan tersebut tidak sesuai dengan falsafah masyarakat Minangkabau Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK).

Sebelumnya, jagat media sosial diviralkan dengan menu dari satu restoran di Kelapa Gading Jakarta yang menyuguhkan masakan Nasi Padang berbahan daging babi. Masakan tersebut pun mendapatkan kecaman dari sejumlah pihak.

"Harusnya ini tak boleh terjadi, karena masakan Padang, atau masakan Minang itu identik dengan makanan halal sesuai dengan falsafah dan adatnya yang berlandaskan Islam dan ABS-SBK. Seluruh masakan pakai nama padang itu adalah makanan halal. Itu sudah jelas," kata Buya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/6/2022).


Ia mengatakan pihak berwenang harus mengecek izin usaha dari restoran yang menyuguhkan menu tersebut.

"Pada intinya tidak boleh lagi ada masakan Padang yang non halal, kita harus pastikan masakan padang itu semuanya halal dan dapat dikonsumsi oleh umat muslim. Ke depan harus ada sertifikasi oleh IKM, mana yang asli padang, mana yang bukan. nanti ada stikernya," katanya.

Selain itu, ia menuturkan masakan khas Padang harus bersifat halal agar bisa dikonsumsi oleh umat muslim. Hal itu sejalan dengan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pariwisata Halal.

"Seiring dengan hal tersebut Pemda Provinsi Sumatera Barat telah menerbitkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pariwisata Halal yang menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mengembangkan industri halal dengan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi para pelaku usaha produk halal khususnya pelaku dibidang kuliner baik usaha makanan dan minuman untuk berpartisipasi melakukan sertifikasi halal," jelasnya.

Kecaman juga datang dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar Suwirpen Suib. Menurutnya, masakan tersebut tidak mencerminkan budaya masyarakat Minangkabau.

"Saya harap semoga nantinya tidak ada pihak yang akan meniru restoran tersebut," kata Suwirpen.

Sementara Sekretaris Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar Jasman, Dt. Bandaro Bendang, mengatakan fenomena Nasi Padang Babi dikhawatirkan berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk makan di rumah makan Padang. Selain itu, citra dari masakan Padang yang identik dengan makanan halal akan tercemar.

Agar fenomena ini tidak memberikan efek negatif yang besar kepada masyarakat Minang, ia meminta pihak berwenang untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Harus ada izin yang jelas untuk rumah makan, khususnya rumah makan padang yang identik dengan makanan halal. Sebab jika dibiarkan akan berdampak pada berkurangnya minat orang untuk ke rumah makan Padang. Jangan nanti orang akan ragu-ragu makan di restoran Padang. Ketua Umum LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Dt. Nan Sati juga menegaskan akan meminta pertanggungjawaban pemilik restoran tersebut secara hukum," tutup Bandaro Bendang .



Simak Video "5 Fakta Nasi Padang Babi yang Viral di Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)