Tingginya IPM Banda Aceh Jadi Role Model Pembangunan Kota

Nada Zeitalini Arani - detikSumut
Jumat, 06 Mei 2022 19:25 WIB
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman
Foto: Dok. Pemkot Aceh
Jakarta -

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Banda Aceh terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Banda Aceh sejak tahun 2017 tercatat 83,95 kini meningkat di tahun 2021 menjadi 85,71.

IPM kota paling barat Pulau Sumatra ini pernah luluh-lantak akibat bencana gempa bumi dan tsunami. Namun kini berhasil menyalip Jakarta Selatan untuk berada di peringkat dua nasional, di bawah Yogyakarta. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Ismawardi melihat pencapaian tersebut menjadikan Banda Aceh sebagai role model pembangunan kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

"Banda Aceh kini telah menjadi role model pembangunan kota. Bukan hanya di level provinsi, tapi juga menjadi rujukan nasional," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/5/2022).


Menurut Ismawardi, tingginya IPM merepresentasikan bagaimana penduduk suatu kota dapat mengakses hasil pembangunan dengan memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan layanan lainnya dengan layak.

"Banda Aceh sebagai role model terbukti dengan banyaknya delegasi dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia melakukan study tour ke Banda Aceh. Salut dan apresiasi saya kepada pemerintahan Amin-Zainal yang sukses membawa Banda Aceh naik kelas," ujarnya.

Ismawardi berharap seluruh pemerintahan dan warga kota dapat bersama mempertahankan serta meningkatkan berbagai prestasi yang diperoleh kota Banda Aceh.

"Alhamdulilah harapan kita semua berbagai prestasi ini dapat menjadikan kota Banda Aceh sebagai kota gemilang yang terus memberikan kemakmuran bagi warganya," ungkapnya.

Di tempat terpisah, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman turut menjelaskan tiga dimensi dasar IPM, yaitu meliputi umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Kemudian dari sisi ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi Banda Aceh berada di atas level provinsi dan bahkan nasional.

"Setelah sempat menyentuh angka minus 3,29 pada 2020 akibat pandemi, tahun lalu ekonomi Banda Aceh mampu bangkit dan tumbuh 5,53 persen," kata Aminullah.

Selain itu, Aminullah menuturkan Banda Aceh turut mencatatkan sejumlah pencapaian positif sepanjang tahun 2021. Di antaranya, angka pengangguran terbuka turun dari 9,54 persen di tahun 2020 menjadi 8,94 persen dan pendapatan per kapita naik menjadi Rp 78, 16 juta dari Rp 73,30 juta di tahun 2020. Ada pula sederet pencapaian yang berhasil diraih Banda Aceh pada sektor kesehatan dan pendidikan.

"Pastika Parahita dan Kota Sehat Swasti Saba Padapa adalah dua penghargaan nasional nasional bidang kesehatan yang mampu kita raih. Sementara indeks pendidikan Banda Aceh juga meningkat drastis dari 50 menjadi 92 persen pada 2021," paparnya.

Aminullah bersyukur dan berterima kasih atas kerja keras segenap unsur pemerintahannya serta tentunya dukungan masyarakat.

"Alhamdulillah ini dapat kita capai berkat dukungan seluruh warga kota dan kerja keras seluruh aparatur kota. Semoga ke depan dapat terus kita pertahankan dan tingkatkan lagi demi kesejahteraan warga kota," pungkas Aminullah.

(akd/akd)