200 Korban Kebakaran di Asahan Masih Tinggal di Tenda Pengungsian

Perdana Ramadhan - detikSumut
Selasa, 19 Apr 2022 06:47 WIB
Kebakaran di perkampungan nelayan Asahan
Rumah hangus terbakar di Perkampungan Nelayan Asahan (Perdana/detikSumut)
Asahan -

Sedikitnya 200 orang korban kebakaran di Perkampungan Nelayan di Asahan, Sumatera Utara, masih tinggal di dalam tenda pengungsian. Sisanya ada yang menumpang di rumah tetangga maupun keluarga.

"Sekitar 200 jiwa saat ini masih tinggal di tenda pengungsian, ada 8 tenda besar yang menampung korban," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Asahan, Syamsuddin dalam keterangannya yang diterima wartawan, Senin (18/4/2022).

Data dari Pemkab Asahan, peristiwa tersebut mengakibatkan 66 kepala keluarga (KK) atau 286 jiwa kehilangan tempat tinggal.


"Pemkab Asahan juga telah mendirikan dapur umum di lokasi dan mendistribusikan bantuan sebesar Rp 1,5 juta kepada 66 KK korban kebakaran," ujarnya.

Pada kesempatan ini, Bupati Asahan bersama pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun ke lokasi dan telah menyerahkan bantuan. Selain uang senilai total Rp 99 juta, diserahkan juga bantuan berupa beras 700 Kg, mie instan 70 kardus, telur ayam 2.100 butir, gula pasir 70 Kg, matras dan kebutuhan pakaian.

Selain bantuan dari pemerintah, guyuran bantuan juga datang dari berbagai elemen organisasi masyarakat salah satunya Lembaga Amil Zakat Infaq Sadaqoh Muhammadiyah (LazisMu) Kabupaten Asahan.

"Alhamdulillah di hari pertama ini kita sudah mendistribusikan amanah dari donator berupa pakaian baru, perlengkapan salat dan selimut dengan nilai bantuan hampir Rp 30 juta. Semoga menjadi bisa memberikan kebermanfaatan kepada saudara kita yang menjadi korban," kata ketua Lazismu Asahan, Fachri Mizan Harsono.

Sebelumnya, peristiwa kebakaran menghanguskan puluhan rumah di perkampungan nelayan di Desa Sei Apung Jaya, Asahan pada Minggu (17/4/2022) pagi sekitar pukul 04:00 WIB.

Mayoritas rumah di lokasi kejadian merupakan semi permanen dan terbuat dari kayu membuat api cepat menyambar bangunan lainnya. Selain meratakan puluhan rumah beberapa tempat tinggal warga di lokasi terpaksa dirusak untuk memutus jalannya api.

"54 rumah habis rata dengan tanah, kemudian 5 rumah dirusak untuk memutus jalannya api. Kalau data pasti berapa jiwa yang terdampak masih kita hitung," Kepala Dusun II Desa Sei Apung Jaya, Ismail Zulkifli, saat itu.



Simak Video "Pasutri di Asahan Bersaing di Pilkades Gegara Tak Ada Lawan"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)