Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) mendorong program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dapat diperluas ke seluruh wilayah pesisir. Ada 11 Kecamatan di Bone yang berada di wilayah pesisir.
"Kita di Kabupaten Bone memiliki 11 kecamatan daerah pesisir. KNMP ini menjadi pilot project dan kami berharap seluruh kecamatan pesisir nantinya bisa mendapatkan program Kampung Nelayan Merah Putih," ujar Bupati Bone Andi Asman Sulaiman kepada detiksulsel, Rabu (3/11/2026).
Hal itu diungkapkan Andi Asman saat kegiatan Bulan Bakti KKP 2026 di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Angkue, Kecamatan Kajuara, Rabu (4/11). Dia mengapresiasi pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan atas penempatan program KNMP di Bone sebab program tersebut sangat strategis yang tidak hanya menjadi pembangunan infrastruktur semata, tetapi mampu menghadirkan perubahan nyata terhadap pola usaha dan kehidupan ekonomi masyarakat nelayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program tersebut sejalan dengan harapan Presiden Republik Indonesia agar nelayan lokal dapat naik kelas melalui peningkatan fasilitas, teknologi, serta sistem pengelolaan perikanan yang lebih modern. Nelayan sangat merasakan manfaatnya," sebutnya.
"Kalau sebelumnya pengelolaan masih tradisional, sekarang kita dorong menjadi lebih modern dengan hadirnya kawasan KNMP. Apalagi anggarannya tidak sedikit, bisa mencapai Rp 23 miliar," sambung Andi Asman.
Dia berharap seluruh fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas nelayan, meningkatkan produktivitas, serta memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan. Artinya, aktivitas nelayan tidak hanya berhenti pada proses menangkap ikan, tetapi juga harus didukung fasilitas pendaratan, penyimpanan, pengolahan, distribusi hingga pemasaran hasil perikanan.
"Dengan sistem tersebut, nelayan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan nilai jual hasil tangkapan sekaligus memperluas aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pesisir. Kita jaga bersama, kita kembangkan bersama. Ini merupakan kesempatan bagi nelayan untuk meningkatkan kesejahteraannya, karena itu, seluruh fasilitas yang telah dibangun harus dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan KKP RI, Fernando Jongguran Simanjuntak, menjelaskan bahwa pelaksanaan Bulan Bakti KKP 2026 digelar secara serentak di 27 lokasi dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan. KKP terus menggalakkan konsep ekonomi biru sebagai arah pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional.
"Kita melaksanakan Bulan Bakti Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan diikuti 27 lokasi secara serentak. Program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk membangun kawasan pesisir yang lebih tertata dengan dukungan berbagai sarana dan prasarana perikanan," ucapnya.
