Seorang pria berinisial DN memukul sejumlah orang usai melakukan ritual di sungai Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pria berprofesi aparatur sipil negara (ASN) itu mengaku kerasukan Arung Palakka.
"Informasi yang kami dapat dari anggota itu ASN dari sungai melakukan ritual, setelah itu mengaku dirinya sebagai Arung Palakka. Kemudian mengamuk pukuli keluarganya," ujar Kapolsek Cina Iptu Muh Rusdi kepada detikSulsel, Kamis (20/8/2026).
Peristiwa itu terjadi di Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone pada Senin (17/8) siang. DN diketahui merupakan seorang ASN yang berdomisili di Desa Parippung, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusdi mengatakan, ASN itu awalnya ditemani keluarganya ke sungai untuk melakukan ritual hingga belakangan mengamuk dan memukul keluarganya. Aksi itu sontak langsung membuat pelaku diamankan dan dibawa ke dalam mobil.
"Diamankan kemudian dikasih naik di mobil untuk dibawa pulang. Tapi pas di Tanete Harapan, dia singgah karena ada keluarganya di situ, begitu masuk di rumah na pukuli lagi orang," katanya.
"Setelah itu kembali mengaku saya ini Arung Palakka. Hal itu yang membuat masyarakat kumpul kemudian diamankan itu ASN," sambung Rusdi.
Warga yang mengamankan lantas meminta keluarganya untuk membawa pelaku pergi. Sementara korban yang terkena pukulan mengaku tidak keberatan atas insiden yang dialaminya.
"Setelah diamankan dihubungi keluarganya untuk dijemput dibawa ke Desa Parippung. Itu ASN sudah diambil sama keluarganya, untuk korban yang dipukul tidak ada ji yang keberatan," jelasnya.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, pelaku tidak mengalami riwayat gangguan kejiwaan. Pelaku hanya disebut kerasukan usai melakukan ritual di Cina.
"Menurut keluarganya dia tidak gangguan jiwa, hanya pengaruh dari ritual. Dia ritual di sungai di Kecamatan Cina," tegasnya.
(asm/hsr)
