Bupati Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Asman Sulaiman menemui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Andi Asman memperjuangkan 6.202 rumah warga yang masih membutuhkan penanganan melalui program rehabilitasi maupun pembangunan rumah layak huni.
"Kami memaparkan kondisi rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Bone bersama Bapak Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman. Kami telah mengusulkan melalui aplikasi Sibaru sebanyak 6.202 unit yang masih butuh rehabilitasi," ujar Andi Asman kepada detikSulsel, Jumat (10/7/2026).
Pertemuan itu berlangsung di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Jalan MH Thamrin Nomor 5, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (10/7). Bupati Bone didampingi Plt Kadis Tarkim Andi Iqbal Walinono dan Kepala BKPSDM Bone Edy Saputra Syam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi Asman mengatakan, data backlog kualitas rumah tidak layak di wilayahnya sebanyak 57.884 unit dan backlog kepemilikan atau warga yang tidak memiliki rumah sebanyak 34.524. Dia berharap alokasi rehabilitasi RTLH di Bone dapat ditingkatkan dan pembangunan Rumah Susun untuk masyarakat yang tidak memiliki rumah.
"Data yang kami sampaikan merupakan kondisi riil di lapangan. Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan melalui tambahan alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dan pembangunan rumah susun agar masyarakat Bone dapat menikmati hunian yang aman, sehat, dan layak," katanya.
Bupati Bone, Andi Asman, bertemu Menteri PKP untuk memperjuangkan 6.202 rumah tidak layak huni. Foto: dok istimewa |
Dia menambahkan, Pemkab Bone sudah mengimput 6.202 data RTLH sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1-4 yang di approve di aplikasi Sibaru. Sebanyak 1.159 sudah diverifikasi dan 629 masih dalam proses.
"Itu uang terus kami perjuangkan agar sekiranya Bapak Menteri bisa menambah kuotanya. Besar harapan kami agar dapat tambahan lagi 6.000 RTLH di Kabupaten Bone di 27 kecamatan pada tahun 2026," bebernya.

