Konstatering Lahan Sengketa di Bone Ricuh, Massa Lempar Batu-Bom Molotov

Konstatering Lahan Sengketa di Bone Ricuh, Massa Lempar Batu-Bom Molotov

Agung Pramono - detikSulsel
Rabu, 10 Jun 2026 17:26 WIB
Ricuh konstatering lahan sengketa di Bone.
Foto: Ricuh konstatering lahan sengketa di Bone. (dok. Istimewa)
Bone -

Rencana Pengadilan Negeri (PN) melakukan konstatering lahan sengketa di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), berakhir ricuh. Massa yang menolak pengukuran lahan untuk rencana eksekusi sampai melemparkan batu hingga molotov ke arah aparat kepolisian.

"Belum eksekusi lahan, tapi baru konstatering atau pengukuran lahan. Jumlah personel yang dilibatkan Polres Bone dan Brimob sekitar 180 personel," ucap Kasi Humas Polres Bone Iptu Rayendra Muchtar kepada detikSulsel, Rabu (10/6/2026).

Peristiwa itu terjadi di Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, Rabu (10/6) sekitar pukul 09.00 Wita. Massa yang menolak melakukan perlawanan saat tim dari pengadilan berada di lokasi dengan pengawalan polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena tidak mau diukur lahan tersebut atas keputusan MA (Mahkamah Agung). Ada yang melempar (molotov), dan banyak juga petasan, dan ada satu anggota Brimob yang luka," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Sementara salah seorang warga, Taslim mengatakan, kericuhan pecah usai warga memilih bertahan di lokasi sengketa. Massa berupaya menghalangi tim yang hendak melakukan pengukuran lahan.

"Warga menolak dilakukan pengukuran dan tetap bertahan untuk mempertahankan rumah yang masuk dalam objek eksekusi. Warga melakukan perlawanan dan bertahan di lokasi," ujar Taslim.

"Kericuhan terjadi saat tim pelaksana eksekusi dari pengadilan, yang mendapat pengamanan aparat kepolisian, melakukan pencocokan batas objek sengketa sebagai bagian dari pelaksanaan putusan pengadilan," tambahnya.

Dalam peristiwa tersebut diduga warga melemparkan batu ke arah petugas. Dia juga mengaku ada benda menyerupai bom molotov yang juga dilemparkan ke lokasi pengamanan.

"Memang ada semacam bom molotov yang dilemparkan, tapi saya belum bisa pastikan. Tapi kalau batu dan petasan ada yang dilemparkan ke aparat," sebut Taslim.

Sementara itu, Sekretaris Lurah Masumpu Andi Yusuf menambahkan, berbagai upaya mediasi telah dilakukan sebelumnya. Namun, kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan sehingga proses eksekusi tetap dilanjutkan.

"Sudah dilakukan mediasi sebelumnya, tapi tidak ada titik terang. Kami berharap masih ada solusi terbaik yang bisa ditempuh secara damai agar persoalan ini tidak semakin berkepanjangan," tuturnya.




(sar/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads