Pria lanjut usia (lansia) bernama Saide (72) yang hilang terseret arus sungai di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan 2 kilometer dari lokasi awal dinyatakan hilang.
"Korban atas nama Saide telah ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia," ujar Komandan Pos (Danpos) Basarnas Bone Masrur kepada detikSulsel, Sabtu (6/6/2026).
Korban ditemukan di aliran sungai di Dusun Kaccope, Desa Bulu Tanah, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 09.00 Wita. Korban tersangkut ranting-ranting pohon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban ditemukan sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian," kata Masrur.
Dia menuturkan proses pencarian korban melibatkan tim SAR gabungan dari unsur Basarnas, SAR Brimob, BPBD, serta SAR Satpol PP. Jenazah korban telah diserahkan ke pihak keluarga di rumah duka.
"Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh petugas. Saat ini sudah ada di rumah duka," bebernya.
Dia mengimbau kepada masyarakat Bone, khususnya yang bermukim di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan terhadap meluapnya debit air sungai akibat tingginya curah hujan. Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas di sekitar aliran sungai saat debit air meningkat.
"Jangan pernah memaksakan diri menyeberangi sungai yang meluap, serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi air terus naik. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama," imbuhnya.
Diketahui, korban dilaporkan terseret arus sungai Dusun Kaccope, Desa Ujung Tanah, Kecamatan Kajuara, pada Jumat (5/6) pagi. Saat itu, korban menyeberang sungai karena hendak pulang ke rumahnya setelah dari sawah.
"Saat berada di sungai, air yang berasal dari kawasan pegunungan tiba-tiba meluap dan diduga menyeret korban," kata Masrur kepada detikSulsel, Jumat (5/6).
(hsr/asm)











































