Kabar duka menyelimuti rombongan calon haji asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Salah satu jemaah bernama Caming Sade Sakka dilaporkan meninggal dunia di Kota Madinah, Arab Saudi.
"Betul, jemaah asal Bone wafat di Madinah. Diagnosa dokter paru basah," ujar PIH Pembimbing Ibadah KBIHU Bone, Abustan kepada detikSulsel, Senin (18/5/2026).
Korban dilaporkan wafat di Madinah, pada Senin (18/5) pukul 09.10 waktu setempat. Korban tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) UPG 03.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abustan mengatakan, almarhum sebelumnya menjalani perawatan intensif di Saudi German Hospital (SGH) Madinah sejak tiba di Madinah. Setelah menjalani perawatan selama lebih dari dua pekan, almarhum kemudian dipindahkan ke Mouwasat Hospital Madinah untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
"Sehari tiba di Madinah langsung dirawat. Kondisi kesehatan almarhum terus menurun hingga akhirnya dinyatakan wafat di ruang perawatan intensif atau Coronary Care Unit (CCU) Mouwasat Hospital Madinah pada pukul 09.10 waktu Arab Saudi," katanya.
Dia menambahkan, jemaah sebelum berangkat sudah berstatus jemaah risiko tinggi (resti). Saat ini, jemaah tersebut akan dikebumikan di Madinah.
"Statusnya sebelum berangkat, almarhum statusnya jemaah resti tinggi. Jemaahnya akan dikebumikan di Madinah pemakaman Baqi," jelasnya.
Jemaah Haji Asal Gowa Wafat
Sebelumnya, ada juga jemaah haji asal Kabupaten Gowa bernama Nursidah Sinrang Sijarra (59) meninggal dunia di Arab Saudi. Jenazah almarhumah telah dimakamkan di pekuburan Baki, Madinah.
Almarhumah mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Madinah, Minggu (26/4) sekitar pukul 16.40 waktu setempat. Sebelum meninggal, kondisi kesehatan jemaah Kloter 5 UPG itu sempat menurun hingga dilarikan ke rumah sakit.
Tidak lama setelah dilarikan ke rumah sakit, Nursidah kemudian dinyatakan meninggal dunia. Humas Kemenag Sulsel Wardy Siraj menyebut sebelum kesehatannya menurun drastis, tidak pernah ada gejala yang ditunjukkan almarhumah.
"Jadi tidak pernah ada tanda-tanda baik saat di Asrama Haji Makassar maupun saat di penerbangan, saat tiba. Ini kan mereka baru tiba kurang lebih tiga hari lalu di Tanah Suci," ujar Wardy kepada detikSulsel, Senin (27/4).
(ata/asm)











































