Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengusulkan 138 formasi calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2026. Usulan formasi mencakup sektor prioritas yakni tenaga teknis, kesehatan, dan guru.
"Usulan ini telah dikirim sebelum tenggat waktu 31 Maret 2026. Formasi yang diajukan mencakup sektor prioritas yakni tenaga pendidikan (guru), tenaga kesehatan, hingga tenaga teknis," ujar Bupati Bone Andi Asman Sulaiman kepada detikSulsel, Selasa (14/4/2026).
Andi Asman mengatakan, rekrutmen tahun ini tetap berpegang pada prinsip zero growth. Artinya, usulan 138 formasi murni untuk menggantikan pegawai yang memasuki masa purna tugas (pensiun).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita hanya mengusulkan zero growth, artinya hanya untuk mengganti yang pensiun. Untuk pastinya kami belum tahu apakah nantinya keluar sebagai CPNS atau PPPK, karena keputusan akhir ada di tangan pusat," katanya.
Pemkab Bone kini dalam posisi menunggu verifikasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Hingga saat ini, belum ada rincian detail mengenai pembagian kuota per jabatan maupun jadwal resmi pelaksanaan seleksi.
"Untuk mekanisme seleksi, kami belum mendapat arahan teknis apakah jalur ini akan dibuka untuk umum atau diprioritaskan bagi tenaga honorer yang sudah mengabdi. Termasuk, peluang bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu untuk naik status menjadi PPPK penuh waktu," ungkapnya.
Kepala BKPSDM Bone Edy Saputra Syam menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan total kuota yang disetujui. Sebab, seluruh proses dilakukan secara terintegrasi melalui sistem.
"Kami belum bisa memastikan berapa banyak formasi yang disetujui karena prosesnya by sistem, yang jelas kami sudah mengajukan 138 formasi untuk kebutuhan di Bone. Kami juga tidak ingin berasumsi mengenai jumlah kuota yang didapat, sebab masih harus diverifikasi kembali oleh tim teknis Menpan dan BKN," ucapnya.
(hsr/asm)











































