Event lari Bone Fun Run 2026 di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibatalkan hingga peserta menuntut pengembalian dana pendaftaran. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bone, Edy Saputra Syam pun dibuat geram gegara namanya dicatut sebagai pihak yang bertanggung jawab.
"Saya tidak pernah terlibat dalam kepanitiaan kegiatan tersebut dan merasa keberatan atas pencantuman nama tanpa sepengetahuanku," ujar Edy kepada detikSulsel, Sabtu (10/4/2026).
Edy berdalih tidak mengetahui secara teknis pelaksanaan Bone Fun Run 2026. Dia malah heran karena namanya hingga nomor teleponnya dicatut sebagai pihak yang bertanggung jawab mengembalikan dana peserta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya keberatan karena nama saya dicatut sebagai penanggung jawab kegiatan tersebut. Dan apabila ada hal-hal yang ingin ditanyakan terkait pengembalian dana dari peserta yang sudah mendaftar, itu diarahkan ke saya dan nomor HP saya," tuturnya.
"Saya tidak pernah tahu sama sekali berapa peserta yang mendaftar, uangnya ke mana, rekeningnya ke mana, itu saya tidak pernah tahu sama sekali," sambung Edy.
Edy mengakui pernah menerima beberapa pihak dari Lapatau yang mengatasnamakan penyelenggara Bone Fun Run. Dia menegaskan, perannya hanya sebatas membantu sosialisasi dan bukan bagian dari pengelola kegiatan.
"Tapi saya bilang, silakan kita menyelenggarakan kegiatan itu, kami hanya bisa bantu dari sisi sosialisasi ke peserta, karena kami juga terbatas kemampuannya. Jadi pada prinsipnya, saya hanya pernah bertemu dengan mereka, berkoordinasi untuk bagaimana caranya ini tersosialisasikan dan banyak yang mendaftar," bebernya.
Edy kembali menegaskan tidak mengetahui alur pengelolaan dana maupun teknis pelaksanaan kegiatan, termasuk pihak yang bertanggung jawab secara administratif.
"Makanya saya kaget ketika banyak yang WhatsApp saya minta berkoordinasi untuk pengembalian dananya, karena saya memang tidak pernah tahu," jelas Edy.
Dia meminta pihak penyelenggara segera memulihkan nama baiknya. Dia juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum apabila tidak ada klarifikasi.
"Saya meminta dari pihak penyelenggara tersebut ya pulihkan nama baik saya. Kalau tidak, ya mungkin saya akan mengambil langkah-langkah hukum terkait itu, karena ini harus di-clear-kan," sebutnya.
Sementara itu, salah seorang panitia dari Bone Fun Run, Hamka menegaskan Kepala BKPSDM Bone bukan penanggung jawab kegiatan. Pihaknya akan menangani persoalan ini lebih lanjut.
"Iya, bukan (penanggungjawab). Cuman saya bagian dari Lapatau (penyelenggara Bone Run), dan tentu ini menjadi tanggung jawab kami sebagai anggota Lapatau," ucapnya.
(sar/ata)











































