PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Menunda penutupan penyeberangan di Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju Pelabuhan Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). PT ASDP memprediksi pergerakan penumpang usai libur Lebaran berlangsung hingga akhir Maret.
"PT ASDP Indonesia Ferry bersama Pemkab Wajo dan para pemangku kepentingan terkait menyepakati penundaan pengalihan sementara lintasan Bajoe-Kolaka ke Siwa-Kolaka," ujar General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe, Anom Sedayu Panatagama kepada detikSulsel, Sabtu (28/3/2026).
Penundaan penutupan penyeberangan dari Pelabuhan Bajoe ke Pelabuhan Kolaka karena pergerakan penumpang masih cukup tinggi. Pihak ASDP memprediksi pergerakan penumpang hingga akhir Maret 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pergerakan penumpang dan kendaraan logistik di lintasan Bajoe-Kolaka masih cukup tinggi dan diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir Maret," bebernya.
Anom mengatakan, semula pengalihan lintasan direncanakan mulai 1 April 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas pelabuhan dan optimalisasi layanan. Namun, berdasarkan hasil koordinasi intensif, implementasi tersebut disepakati untuk ditunda menjadi 10 April 2026.
"Keputusan penundaan diambil dengan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan, khususnya pada periode arus balik. Dengan penyesuaian ini, operasional lintasan Bajoe-Kolaka tetap berlangsung normal selama masa transisi guna memastikan kelancaran layanan dan kenyamanan pengguna jasa," bebernya.
Dia menerangkan, langkah ini diambil untuk memastikan layanan tetap berjalan lancar, sistem tiket siap digunakan secara optimal, serta aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terganggu. Di sisi lain kesiapan fasilitas di Pelabuhan Siwa juga menjadi perhatian utama.
"Dalam skema pengalihan lintasan nantinya, ASDP akan mendukung pengelolaan tiket penyeberangan secara online di lintasan Siwa-Kolaka melalui platform Ferizy untuk layanan tiket kapal," jelasnya.
Sementara itu, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale menegaskan, selain faktor arus balik, penundaan juga dipengaruhi oleh masih diperlukannya waktu untuk penyempurnaan fasilitas di Pelabuhan Siwa serta adanya keterlambatan pengiriman material untuk pembangunan movable bridge (MB).
"ASDP memastikan bahwa selama masa penundaan, operasional lintasan Bajoe-Kolaka tetap berjalan normal dan optimal untuk melayani kebutuhan masyarakat. Penerapan Ferizy di lintasan Siwa-Kolaka diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akurasi data, serta memberikan kemudahan bagi pengguna jasa dalam merencanakan perjalanan," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, penyeberangan dari Pelabuhan Bajoe, menuju Pelabuhan Kolaka, ditutup sementara imbas akan dilakukan perbaikan di Dermaga 1. Rute pelayaran akan dialihkan lewat Pelabuhan Siwa, Kabupaten Wajo.
Dermaga 1 di Pelabuhan Penyeberangan Bajoe akan ditutup sementara mulai 1 April hingga 1 Juni 2026. Penutupan ini dilakukan untuk perbaikan struktur movable bridge atau jembatan bergerak yang menjadi fasilitas utama sandaran kapal di pelabuhan tersebut.
"Penutupan Dermaga 1 Pelabuhan Penyeberangan Bajoe dilakukan dalam rangka perbaikan struktur movable bridge dan direncanakan berlangsung mulai 1 April 2026 sampai dengan 1 Juni 2026," ujar Direktur Sarana Prasarana ASDP pada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Sigit Widodo, Senin (9/3).
(hsr/asm)











































