Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman menghadapi potensi dampak El Nino. Andi Amran mengungkap cadangan beras nasional saat ini sudah tembus 4 juta ton.
"El Nino tidak ada masalah, berasnya sudah sangat melimpah. Bahkan tidak muat di gudang," ujar Andi Amran kepada detikSulsel usai salat Idul Fitri di Lapangan Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/3/2026).
Andi Amran mengklaim stok beras nasional saat ini merupakan capaian bersejarah. Cadangan beras nasional bahkan masih akan bertambah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini sudah ada 4 juta ton beras, pertama dalam sejarah di bulan Maret, tidak pernah selama republik ini merdeka punya stok melimpah. Bulan depan ada 5 juta ton stok, dan kita sudah sewa gudang 2 juta ton," tambahnya.
Dia optimis dampak El Nino tidak akan berpengaruh signifikan terhadap petani. Kementan sudah menyiapkan infrastrukturnya.
"Sudah kita siapkan infrastrukturnya mulai pompanisasi disiapkan puluhan ribu pompa, irigasi satu juta hektare. Kemudian opla dibangun irigasinya dan cetak sawah, insyaallah aman," tegasnya.
Menurutnya, ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik dan menunjukkan perkembangan signifikan di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto. Bahkan kondisi ini sudah disiapkan sebelum terjadi perang Iran dan Israel-AS.
"Kami ucapkan kepada Bapak Presiden arahannya kepada kami luar biasa, beliau telah mempersiapkan bahwa pangan harus disiapkan dengan baik. Kami akui insting beliau sangat akurat, sebab jauh sebelum perang Iran dan Israel beliau sudah siapkan pangan dengan baik dan pangan kita cukup melimpah," jelasnya.
Andi Amran juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh petani dan masyarakat Indonesia. Dia menegaskan selama Ramadan tidak ada lonjakan harga pangan.
"Kami ucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir batin. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh petani Indonesia, seluruh masyarakat Indonesia, bulan suci Ramadan sudah dilewati dengan harga pangan relatif stabil, meski ada satu dua harga naik di atas harga eceran tertinggi. Namun ke depan insyaallah akan lebih baik," jelasnya.
(sar/ata)
