Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Jamaluddin Jompa menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman atas rampungnya rekonstruksi Jalan Lingkar Unhas Tamalanrea di Kota Makassar. Jalan yang menghubungkan kawasan Kera-kera dengan Pintu Nol semakin memudahkan akses warga.
Apresiasi tersebut disampaikan Prof Jamaluddin dalam pidatonya pada Rapat Terbuka Dies Natalis Ke-70 Unhas yang berlangsung di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Unhas, Makassar, Kamis (10/9/2026). Dia pun berharap Pemprov Sulsel terus berkontribusi untuk masyarakat.
"Terkhusus kepada Bapak Gubernur saya ingin menyampaikan terima kasih yang luar biasa karena baru saja merampungkan jalan lingkar Unhas yang menghubungkan antara Kera-kera dengan Pintu Nol. Sekaligus berharap bantuannya mengalir terus, insyaallah," kata Prof Jamaluddin.
Setelah menyampaikan pidatonya, Prof Jamaluddin mendampingi gubernur melakukan penandatanganan prasasti. Diketahui, rekonstruksi jalan tersebut dikerjakan melalui APBD Sulsel tahun anggaran 2026 dengan nilai Rp 7,5 miliar.
Jalan yang dibangun dengan konstruksi beton tersebut memiliki panjang 879 meter. Akses ini disiapkan untuk memberikan jalur alternatif bagi masyarakat sehingga dapat keluar dan masuk kawasan sekitar tanpa harus melintasi area kampus.
Keberadaan jalan lingkar tersebut juga diharapkan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus membantu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan sekitar Unhas Tamalanrea. Pembangunan jalan ini mendapat respons positif dari warga dan mahasiswa yang merasakan langsung perubahan kondisi akses tersebut.
Warga setempat yang sudah tinggal sejak 2006 bernama Lira Widiastuti mengatakan pembangunan jalan itu telah lama menjadi harapan masyarakat. Dia pun berterima kasih kepada gubernur Sulsel.
"Saya datang ke sini tahun 2006 jalanan belum ada, sekarang Alhamdulillah sudah terealisasi impian kita (jalan), karena jalan ini sudah ditunggu berpuluh-puluh tahun dan sekarang bisa kita nikmati," kata Lira.
Warga lainnya, Samuel Simon menilai keberadaan jalan tersebut membuat akses keluar kawasan menjadi lebih mudah. "Dulu itu tidak ada bayangan bahwa ada jalan nanti, jadi sekarang itu sudah bagus mi, langsung keluar tidak mutar lagi," ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa Unhas Siti Nurhatifah mengatakan kondisi jalan saat ini lebih baik dibandingkan sebelumnya. "Sekarang sudah bagus, sebelumnya itu kurang layak untuk dilalui," kata Nurhatifah.
Mahasiswa Unhas lainnya, Simon Panjaitan mengatakan kondisi jalan sebelum direkonstruksi berupa jalan berbatu dan becek, terutama ketika musim hujan. Kini keberadaan jalan itu sangat mendukung mobilitas warga di sekitaran kampus Unhas.
"Sebelum diperbaiki jalan ini, dikatakan itu aksesnya cukup jelek, berbatu-batu dan becek jadi setelah diperbaiki ini, akses ke kampus lebih mudah karena tidak seperti dulu kalau musim hujan harus mutar ke tempat lain. Dengan diperbaikinya cukup membantu," pungkasnya.
Simak Video "Andi Sudirman Sulaiman Bicara Strategi Multi Years Project Sulsel"
(sar/hsr)